Friday, May 23, 2014

Singapore = Jakarta

BENERAN Singapura sama dengan Jakarta? Judul di atas nggak main-main kan? Yang pasti beneran. Saya nggak main-main soal ini. Saya cuma mau bilang aja kalau Singapura nggak ada bedanya sama Indonesia eeh maksud saya Jakarta, sehingga Jakarta seharusnya bisa sama dengan Singapura. Dalam berbagai hal. Mau tahu dimana saja persamaannya? Naahh ...kalau saya sudah menyampaikan beberapa fakta harusnya kita yakin bahwa Jakarta bisa sama dengan Singapura.

Persamaan pertama .... jelas dan tak bisa diganggu gugat faktanya. Singapore adalah ibu kota dari Singapura. Sedangkan Jakarta juga ibu kota negara Indonesia. Jadi sama kan. Kedua Jakarta juga dikenal sebagai kota yang sangat disukai sebagai tempat belanja alias shopping city of Indonesia. Singapura apalagi. Mau belanja murah ...Jakarta punya Mangga Dua, Tanah Abang, Kawasan Glodok dan masih banyak lagi. Singapura jangan ditanyalagi. Semua ada juga. Mau murah bisa hunting belanja di kawasan Bugis Street untuk fashion dan gadget di kawasan Bencoolen. Mau barang bermerk, hmmhh ...tinggal jelajahi orchard dan semua ada. Jakarta juga begitu.

Persamaan lainnya, Singapura juga menyediakan aneka makanan yang tak kalah enak mulai dari kelas kaki lima sampai bintang lima seperti halnya Indonesia. Urusan lifestyle atau gaya hidup juga tidak terlalu beda jauh. Dunia fashion di Indonesia malah boleh dibilang lebih ciamik dari negeri Singa ini. Naahhh ...begitu banyaknya persamaan antara Singapura dan Jakarta, tapi kenapa dua kota ini berbeda 180 derajat bertolak belakang tampilannya baik tampilan kota dan tampilan orang-orangnya.

Jalan-jalan di Singapura mulai dari jalan utama sampai jalan-jalan gang atau saya suka bilang jalan kelas dua dan kelas tiganya bersih selalu dan relatif bebas macet. Keamanan terjamin dari ujung stasiun MRT Joo Koon sampai Pasir Ris dan seluruh lintasan MRT lainnya. Smentara Jakarta, jalan-jalannya sangat mengenaskan karena dari jam ke jam selalu macet. Tiada saat tanpa macet di Jakarta. Selain macet, jalan-jalan utama juga kotor dengan berbagai sampah mulai dari bungkus permen, tisue, sampai botol minuman bertebaran dengan gagahnya di setiap selokan, jalan dan sebagainya.

Padahal melihat banyaknya persamaan, harusnya Indonesia bisa seperti Singapura. Apa yang membedakan sebenarnya. SATU SAJA PERBEDAANNYA. Tidak ada disiplin sama sekali di negara tercinta saya ini. PEnetapan kedisiplinan dari pemerintah daerah, pemerintah pusat dan lain-lain cenderung tidak diterapkan dengan baik.  Denda yang dikenakan juga tidak pernah dilaksanakan. ORang cenderung berpikir setiap peraturan sudah selayaknya dilanggar. Mendingan kasih uang bawah tangan dari pada bayar denda. Baik aparat dan masyarakatnya jadi setali tiga uang alias sami mawon alias sama saja.

Akibatnya, peraturan jangan buang sampah sembarangan jadi angin lalu saja. Kalau ada orang buang kulit permen sembarangan dan diingatkan, "Bu, pak, Mbak, mas atau dik buang sampah jangan sembarangan dong. Mereka malah melotot dan lebih galak dari yang mengingatkan. Urus urusanmu sendiri jangan urus urusan orang lain ...gitu jawabnya. Naaahh ...begitu ada banjir ...yang disalahkan pemerintah. Gak becuslah, bego lah dll. Padahal ada kontribusi mereka dalam hal banjir itu. Peraturan dilarang merokok, dilarang nyerobot jalur busway, dilarang naik motor di trotoar dan jualan di kaki lima ...sekali lagi hanya tinggal peraturan tanpa gigi sama sekali alias ...perturan seperti macan ompong yang tidak digubris sama sekali.

Jadi jangan heran akhirnya kalau orang Jakarta dan banyak lagi orang Indonesia yang memilih jalan-jalan ke Singapura, yang biaya hidupnya na'auzubillah mahalnya. itu sama saja memperkaya orang Singapur sana. Termasuk saya, saya suka sekali jalan-jalan ke negeri jiran satu ini. Selalu ada hal baru yang saya lihat di sana. Misalnya saja di kawasan Marina Bay Sand sekarang ada kebun bunga yang cuantikkk. Bahkan ada Rain forest Garden buatan yang di dalam dome. Kalau jalan di dalamnya seperti disiram hujan rintik2 cantik. Dan saya ahrus bayar 25 sing dolar untuk masuk ke taman bunga tulip dan rain forest garden ini. Menyedihkannya, hampir sebagian kayu jati yang ada di sana dan sebagian tanaman di sana adalah milik Indonesia.

Nasiiiibbb saya lah. MEnikmati hebatnya Indonesia justru di negara orang lain. Saya mimpi, Indonesia bisa sama dengan Singapura suatu waktu. Kapan ...yahhh ...sampai hari ini saya cuma bisa mimpi dulu.***