Wednesday, March 11, 2015

Mercado de San Miguel, Pasar apa Food Court ??

Mercado de San Miguel
PASAR! Saya sukaakkk banget pergi ke pasar. Nggak heran setiap hari minggu saya pasti ke pasar. Ke pasar buat saya sama saja rekreasi. Itu juga sebabnya setiap pergi ke daerah mana saja di Inonesia saya pasti harus nyambangi pasarnya. Contohnya ke Padang saya ya ke Pasar Padang Raya atau ke Pasar Ateh di Bukit Tinggi, Pasar Johar Semarang dan Pasar kondang Bering Harjo di Yogya. Begitu juga kalau ke luar negeri saya pasti mampir ke pasar. 

Di Hongkong ke Harbour Market, di Roma mampir ke pasar Campo de Fiori, Singapore ke Pasar tradisional di China Town, ke Shenzen ke pasar Lou Hu, Paris ke Val D'europe, Belanda ke Rits Market di Amsterdam dan pasar kaget di Volendam. Medina di Marakech dan Habbous di Casablanca, Kenapa saya suka pasar. Pasar itu tempat paling mudah mengamati keseharian dan peradaban satu suku atau bangsa. Perilaku orang di pasar lebih tampil apa adanya dan tidak pura-pura atau palsu. Perilaku tawar menawar, perilaku pedagang terhadap pembeli, perilaku pembeli kepada pedagang dan sesama pembeli. Berbeda kalau MAll...semuanya artifisial. Banyak polesan dan tampil tidak apa adanya, karena masih ingin dilihat oleh sesama pengunjung dan dianggap lebih wahh. 

Babi yg diawetkan (Jamon)
Sangria ada seluruh Spanyol
Dari pasarlah kadang saya juga dapat inspirasi menulis. Pasar--tempat bertemu penjual dan pembeli-- itu di Indonesia. Marche adalah pasar di Perancis sana, souq itu pasar kawasan timur tengah. Sebagian negara-negara Arab menggunakan istilah souq untuk pasarnya. Di Maroko Afrika Utara menggunakan istilah Medina dan di negara Persia dan Turki menggunakan kata Bazzar untuk pasar--ada Grand Bazzar di sana-- dan di India memakai chawk untuk pasar. Chutney Chawk adalah pasar besar di Old Delhi atau Delhi lama di India. Chawk juga dipakae di Pakistan utk pasar.
Kios Souvenir

Saya terkesan sekali dengan Chutney Chawk di Old Delhi. Aneka makanan khas India, kain dan sari, sampai pernik-pernik upacara keagamaan dan aksesori dan perhiasan aneka warna dijual di sana. Pasar lain yang sangat menarik perhatian karena lokasinya dan karena kebersihannya yang tidak sama dengan pasar-pasar lain di beberapa negara Eropa adalah Mercado de San Miguel.  Pasar ini terletak di jantung kota Madrid Spanyol. Sepertinya belum  lama berdiri atau malah baru direnovasi. Letaknya tak jauh dari Plasa Mayor sekitar 10 menit jalan kaki sangat santai. Di sekitar pasar ini terdapat cafe2 dan restoran yang menjual makanan dan jajanan enakkkkk sekali. Harganya lebih mahal. Di sini banyak penduduk lokal kongkow. 
Petite Joghurt

Ksmbali ke Mercado de San Miguel. Kendati masih baru, pasar ini menjadi tujuan para turis untuk mencicipi hidangan asli Spanyol mulai dari Paela sampai tuna siram minyak zaitun. Resto2 Tapas, souvenir, daging babi, kopi, teh, sayuran, buah2an segar semua ada di sana. Sebagaimana layaknya pasar, Yang luar biasa adalah penataan kiosnya yang cantikkk tak ubahnya food court di mal mal mewah di Jakarta. Menyenangkan sekali mengelilingi pasar kurang lebih seluas lapangan bola. Berbeda dengan pasar yang biasanya di luar ruang dan terbuka, Mercado de San Miguel terletak dalam satu bangunan berpendingin pada saat summer dan lebih hangat ketika winter. 
Sosis 

Kios yang sangat saya suka di sini adalah kios joghurt yang ditaruh di dalam gelas sesloki yang langsung minum. Seperti Greek Yoghurt, kental tapi tidak lengket. Lainnya adalah kios kopi. KEndati didesain dengan ciamik, setiap kios tidak memiliki kursi untuk makan. Kita makan di depan kios dan berdiri. JAdi memang dirancang untuk tidak berlama-lama dan kemudian kita bisa pergi ke kios lainnya. Naahh ... kalau memang mau kongkow dan ngobrol, keluar dari situ lalu berjalan ke resto2 dan cafe2 di sekitarnya. Saya sisipkan foto2 Mercado de San Miguel.(***)



BROKEN HEART @ SEVILLA

Tebar pesona tuuhh
BUAT SAYA, Spanyol itu negeri impian. Iklimnya kendati musim dingin masih bersahabat. Apalagi saat musim semi dan panas. Iklimnya luar biasa cool and warm. Dan saat paling pas kalau mau klayapan di kota-kota di Spanyol seperti Madrid, Barcelona, Sevilla, Toledo, Malaga, Cordova dan Granada ya pas spring di bulan Maret sampai Mei dan saat summer di bulan Mei sampai Agustus. Sedangkan untuk menikmati saat-saat terindah di Spanyol dengan daun-daun berwarna jingga yang siap berguguran ya... pada saat Autumn atau musim gugur. 

Menginjakan kaki di Bandara Barajas, Madrid - Spanyol itu sesuatu banget buat saya. Spring baru saja mulai dan sisa-sisa musim dingin masih ada. Di beberapa tempat masih banyak pohon-pohon yang gundul. Harapan merekah di negara ini. Bersama para beuatiful ladies--geng jalan-jalan saya--kami sudah berharap akan ketemu handsome and full of mannered man di negeri matador ini. Harapan kami pada hari pertama sudah menjadi kenyataan. Kami bertukar senyum dan kerling dengan para pria ganteng asli Spanyol.

Tahu kan kalau pria-pria Spanyol itu sepanjang yang kami lihat
nggak ada yang buncit. Kendati gemuk tetaplah proporsional. Beeuuhhh ...mulai berkhayal. Sesampai di hotel JC Santa Ana - Sol, pelayannya ganteng dan ramah pulak. Keesokan pagi ketika sarapan--sebelum klayapan--kami sempat bersirobok padang dengan pria-pria matang yang sepertinya habis bersepeda. Kami mencuri-curi foto mereka dan ... kami yakin para pria itu tahu betul kalau kami membicarakan mereka sepanjang waktu di Cafe & Te itu.

Dari pengalaman ini, kami yakin salah satu dari kami akan bertemu dengan prince of dream, the knight of shining armour, yang bakal jadi bahan cerita kalau pulang ke kampung halaman nanti. Belum sampai ketemu prince of dream, hati kami sudah patah duluan. Bagaimana nggak, ketika di Madrid kami sedang makan siang di sebuah warung jamur--nama kerennya Meson del Champi--kami melirik dua pria tampan di seberang meja kami.

"Mbak ...liat tuuuhh ...ganteng pisan. Sok atuh didatangin dan kenalan," ujar Fetty memberi semangat.
 "Lagi males Fet...dirimu aja sana, tebar pesona," ujarku. Selagi asyik kami rumpi tentang mereka berdua, tiba-tiba pria yang jantan dan ganteng mendekap pria di depannya dan ...sumpaahhh ...kendati nggak paham bahasa Spanyol, saya yakin itu bisikan cinta. Si cowok yang didekap balik memeluk si tampan. Anjriitttt ....!!!! Hahahahaha. 

Pemandangan seperti ini semakin sering kita temui di setiap sudut tapas-tapas yang bertebaran. di sepanjang kota di Spanyol atau di sekitar Plaza-Plaza di Spanyol. Baru deh teman saya Dewi bilang, "Spanyol kan memang termasuk one of the country yang ngijinin pasangan sejenis dan boleh terbuka."

Pantesannnn ....ampunn deh. Batal semua dapat pangeran impian yang seperti ksatria berbaju besi... hehehehe. Dan pasti di Spanyol ini kami semua harus gigit jari dan patah hati, Tapi kami tetap akan kembali lagi. PASTI!!!(***)


Tuesday, March 10, 2015

I LOVE YOU CLARA from SPAIN.... So Much!!

my first Clara con limon
FALLING IN LOVE at the first sight itu sih biasa. Tapi falling in love at the first sip alias jatuh cinta pada tegukan pertama itu baru
cerita. Seperti biasa, setiap kali jalan-jalan saya selalu berusaha mencicipi makanan khas daerah atau negara yang saya kunjungi. Begitu juga ketika saya jalan-jalan ke Madrd - Spanyol. Waktu itu pas musim semi. Cuacanya tidak terlalu panas, juga tidak terlalu dingin. Suhu masih di bawah 10 an derajat. Ketika malam...anginnya cukup menggigit kulit. Jadi tetap saja saya mengenakan jacket kulit ketika harus keluar malam buat klayapan.

Pada malam kedua saya di Madrid, saya bertemu dengan dua orang Indonesia yang bekerja di Repsol. Mereka berdua mentraktir kita--saya dan empat orang geng jalan-jalan saya--makan malam di kawasan Puerta del Sol. Sol ini kebetulan tempat nongkrong cewek dan cowok Madrid. Di kawasan ini banyak sekali cafe, restoran tapas dan tentunya warung-warung Paela--nasi khas Madrid yang dimasak langsung di penggorengan.

Malam itu, kami semua ditraktir makan di sebuah fancy restaurant unrtk dinner. Sebelum dinner kami semua ngobrol-ngobrol santai. Temen2 Indonesia yang di Madrid tentu banyak bertanya ttg suasana tanah air. Kalau saya tentu tanya-tanya tentang keiasaaan di Madrid, bagaimana berkomunikasi sederhana dan yang nggak kalah penting harus memilih makanan dan minuman apa selama di Madrid. Dari sinilah saya berkenalan dengan CLARA.

Aniel, geologist yang bekerja di Repsol menantang saya untuk bertemu dengan CLARA.
"Suka bir, Ris?" tanyanya.
"Nggak," spontan saya jawab karena memang saya nggak suka bir.
"Selama disini kamu harus coba bir oplosan satu ini. Khas minuman orang-orang Spanyol selain Sangria pada saat kongkow seperti ini. Mau coba?" tantangnya.
"Hmmmhhh ...mau nggak ya," saya mulai ragu dengan diri saya sendiri. Saya selalu tertantang mencoba makanan atawa minuman di tempat-tempat yang saya kunjungi.

Setelah berembuk, jadilah saya memutuskan. "Okey ...saya coba. Sapa takut," pikir saya
Kurang dari 5 menit keluarlah pesanan saya. Segelas CLARA!! Warnanya tidak seperti bir pada umumnya yang kuning bening tapi seperti warna perasan jeruk lemon import tetapi bergelembung layaknya bir. Menurut si empunya cafe ini, Clara adalah campuran Bir merek apa saja dengan lemon soda dan biasanya memakai lemon fanta. Pantas warnanya tidak bening.

Si pelayan sekaligus si empunya restoran, menunggui saya sampai mencicipi CLARA. Gelas saya angkat dan dinginnya gelas meski CLARA tersebut tanpa es menyengat jemari saya. Saya tempelkan bibir gelas ke bibir saya dan pelan-pelan saya teguk. Rasanya ....whoaaaa!!!!

So amazing dan membuat saya ingin terus dan terus meneguknya sampai habis. Rasa soda terasa menggigit lidah saya, birnya mash kentara rasanya tapi lebih lembut. Perasan jeruk lemon yang bercampur di bir menjadikan minuman CLARA ini manis, asam tapi segar sekali dan bau birnya hilang tapi tetap ada sentuhan rasa birnya. Serius ...saya sukaaaaaakkkk sekali. Tepatnya saya JATUH CINTA. I LOVE YOU CLARA ... so much!!!

Saya yang nggak suka bir jadi ketagihan. Di setiap cafe atau restoran yang saya datangi selama di Spanyol, ada dua pesanan wajib yaitu CLARA dan Sangria--saya cerita lain kali tentang Sangria. Clara juga memberikan kehangatan khas bir di badan. Minuman ini sebenarnya cocok buat musim panas karena memberikan sensasi dan letupan yang menyenangkan di dalam mulut.

"Aniel ...I love it. Thanks for having introduced me to CLARA. I will make it at home."
Benar saya berterima kasih karena telah berkenalan dengan Clara dan di rumah saya mencobanya mengoplos sendiri bir botol kecil dengan lemon fanta 300 ml. Yang kedua kali saya oplos bir dengan setengah lemon ukuran sedang dan ditambahkan soda dan sparkling water. Saya simpan di lemari es dan ini jadi minuman favorit saya saat musim panas sepulang kerja. CLARA au Madrid, wait for me i will come again, Menikmati CLARA tetap lebih ciamik di cafe di seluruh plaza yang ada di Spanyol.(***)

Friday, March 6, 2015

SEMARANG KALINE BANJIR ...OJO LALI YOOK MAMPIR !!!

SEMARANG kaline banjir...judul ini adalah judul lagu campur sari kesukaan almarhumah ibu saya. Tiap kali ke Semarang, saya selalu ingat lagu ini. Sejak saya SMP dulu tahun 79 dan saya diajak ke Semarang pertama kali, saya tahu selalu ada banjir rob--air laut pasang-- dan sampai sekarang air rob ini masih terus terjadi. Jadi di sekitaran gereja mblenduk, pasar Johar pada waktu-waktu tertentu selalu dilanda banjir rob. Jadi lagu ini cocok sekali menggambarkan kota Semarang. Apalagi setelah saya bekerja sampai sekarang, kota ini menjadi kesukaan saya. Kenapa coba? Meski begitu bukan berarti saya kapok ke Semarang. 

Makanannya itu lho yang nggak nguati. Berbagai makanan enak bisa saya jelajahi di setiap sudut kota. Belum lagi temen-temen saya di Semarang yang selalu berbaik hati memandu saya untuk mencari makanan2 enak di sini. Sebelum saya banyak mendongeng makanan, saya yakin semuanya sudah tahu bagaimana menuju Semarang kan?? Naik pesawat dari Jakarta kurang dari satu jam. Paling tidak satu jam sudah termasuk urus bagasi kalau memang bawa bagasi. Naik kereta bisa pilih macam-macam mulai dari kereta eksekutif, bisnis sampai ekonomi. tergantung kantong tentunya. Perjalanan kurang lebih delapan jam. Naahhh.... kalau naik bis tergantung sikon deh. Jalan macet ya lebih panjang, lancar tentunya lebih cepat dan kalau bawa mobil sendiri...juga tergantung mood. Banyak mampir lebih lama, sedangkan jalan terus lebih cape tapi cepet sampai.

Sampai Semarang mau nginep mana? Mau murah ya nginep rumah saudara, tapi ribettt basa-basinya. Mau hotel ...jangan khawatirr...banyak banget hotel di kota ini.dari hotel bintang lima sampai bintang-bintangan juga ada. Cari bisa via travel agent atau online. Saran saya online saja, jadi bisa cepat disesuaikan dengan bujet. Setelah sampai Semarang mau ngapain dan kemana saja?  Kota ini selalu membuat saya terkagum-kagum, karena setiap kali saya ke Semarang saya selalu menemukan tempat baru buat makan. Selalu ada rekomendasi bagus buat makan di sini.

Buat saya, Semarang kota yang pas buat menghabiskan akhir pekan atau kalau mau liburan bersama keluarga juga cocok. Udaranya panas tapi bisa menjadi lebih sejuk kalau kita menginap di kawasan Candi atau juga di Banyu Manik. Panasnya Semarang masih tetap bisa ditolerir oleh kita ketimbang panas Jakarta ketika musim kemarau. Sementara itu objek wisatanya buanyaaakkk dibandingkan Yogyakarta dan beragam.

Misalnya saja Stasiun Tawang Seamrang itu sangat cantik bangunannya. Apalagi sekarang stasiunnya bersih sekali dan tidak jorok seperti 10 tahun lalu. Ada Gereja Mblendhuk di kawasan kemijen Semarang Timur dan gereja ini juga tidak terlalu jauh dari Stasiun Tawang. Ini merupakan gereja Protestan tertua lho yang dibangung sekita tahun 1700-an. 

Selain Gereja Blenduk--biasa disebut juga mBlendhuk--ada juga kelenteng Sampokong, juga kelenteng terbesar se Asia Tenggara. Kalau bosan lihat dua lokasi ini, pindah saja ke Lawang Sewu yang menurut saya sampai sekarang masih saja spooky. Serius saya pernah mengalami hal yang agak2 membuat bulu kuduk berdiri. Makanya nggak pernah lagi masuk ke dalam sendirian. Senangnya di sini bisa dapat hasil foto yang bagus2 buat selfie dan buat koleksi foto bangunan bagus. 

Di Semarang juga ada ada pelabuhan Tanjung Mas yang cantik di malam hari. Banyak restoran seafood di sana. Ada satu hal yang belum kesampaian sampai sekarang. Saya dijanjikan teman naik kapal besar dari Tanjung Mas kalau pas dia dinas melaut. Nggak sabar menanti kesempatan ini sesegera mungkin.

Selain Sampokong, ada kelenteng kecil kuno lainnya di kawasan Pecinan Semarang tepatnya di Jl. Gang Lombok yaitu Kelenteng Tay Kek Sie. Di depan kelenteng ada sungai kecil dimana ada kapal yang dulu pernah dinaiki panglima Ceng Ho. KAlau mau wisata lainnya bisa datang ke para perajin batik di Semarang dan ikutan membatik di sentara batik Semarang. Pola batik khas semarang adalag Aseman karena memang pola seperti buah asam yang banyak di Semarang.

Pilar khas di Johar siang hari ramai dan akrab
Wisata lain yang paling saya nikmati kalau ke Semarang adalah menjelajah pasar JOHAR. Bentuk pasarnya masih pasar jaman Belanda seperti pasar Beringharjo Yogya, tetapi lebih besar. Kekurangannya, pasar ini masih jorok dan kotor. PAdahal bila dibersihkan ...pilar2 besar di sekitar pasar adalah tontona sendiri buat wisatawan. Belum lagi tangga kunonya untuk naik ke lantai atas. Sangat antik dan menarik. Sayang semua lantainya sudah rusak. tapi Johar adalah kesukaan saya sebagai tempat bluskan. 

Pasar buahnya, pasar jajanan pasar kalau pagi, kalau siang pasar khas barang2 Semarang ada di lantai atas dan semuanya membuat saya selalu antusias blusukkan di Johar yang tidak cukupmsehari untuk dijelajahi. Sedangkan dagangan kelontong seperti sendal, sepatu yang murah tapi fancy juga wuiihhh menyenangkan. Semuanya berjejalan khas pasar dan saya suka itu. 

Selain arsitektur pasar, suasana tawar menawar dengan bahasa jawa semarangan yang khas membuat saya selalu ke Johar tiap kali ke Semarang. Entah sudah berapa puluh kali saya melanglang pasar Johar dan selalu ingin kembali ke sana. Seperti Semarang sing kaline banjir di setiap musim, saya pun selalu mampir ke Johar tiap kali menginjakan kaki ke Semarang. Anda bagaimana??? Yukkk ...ikutan. Kenapa nggak :). (***)

Digrebek di WARNET BANGKOK

PEdagang makanan di Nana Soi - Sukhumvit
JAMANNYA SMARTPHONE ...dunia memang di tangan kita. Mau ngapain aja di belahan bumi mana saja, kalau ada wifi kita bisa kontak atau update semua info dengan mudah. Hanya dengan satu smartphone semua sudah bisa diselesaikan secara adat. Mau kirim email kerjaan yang terlupa dishare, mau update status, mau selfie dan diupload segara, semuanya hanya dilakukan dalam satu telapak tangan saja. Telepon pintar sudah menjadikan kita penguasa dunia. Kita ada di pojok desa entah di kawasan mana bisa terdeteksi oleh yang namanya media sosial kalau kita rajin update status.

Coba bayangkan bila ini tahun 2007-an dimana smartphone belum marak seperti sekarang. Saya mengalami kesialan tiada tara di Sukhumvit - Bangkok tahun 2007 itu. Waktu itu saya dan teman berangkat ke Phuket dan sudah booking buat PP, ternyata satu teman saya yang lain ngajak janjian bertemu di Bangkok. Saya kelabakan cari tiket ke Bangkok dari Phuket. Kendati grabag grubug, dapat juga saya tiket sekali jalan Phuket - Bangkok dengan dengan Bangkok Airlines. Artinya pasti tiket PP saya yang Jakarta - Phuket - Jakarta hangus sudah.

Sesampai di Bangkok, sekali lagi saya harus gedebukan cari tiket balik ke Jakarta. Saya baru nyadar kalau tiket sekali jalan alias One Way itu mahalnya aujubilah banget. Alhasil saya mencoba cari tiket secara online di sebuah gerai warnet di Sukhumvit. Waktu itu sekitar pukul 15:00 waktu setempat. Sebelumnya saya sudah memesan tiket Garuda dari hotel tempat saya menginap di dekat Pratunam--lupa nama hotelnya. Reservasi tiket ini masih saya tahan sampai minggu karena saya berusaha cari tiket yang lebih murah. Itu sebabnya saya mencoba cari tiket online di Warnet di dekat hotel Ambassador--tempat temen saya yang lain menginap di kawasan Sukhumvit.

Sedang asyik-asyiknya browsing, tiba-tiba masuh serombongan pria berseragam hitam dan ditutup mulutnya dengan masker hitam dan membawa senjata. Saya dan dua temannya saja karuan saja kelimpungan melihat lima pria bersenjata menerobos warnet tempat kami mencari tiket. Saya berusaha keluar tetapi ditahan dan diminta dengan baik-baik untuk terus duduk di tempat semula. Pria berseragam hitam--yang ternyata polisi patroli--memeriksa setiap PC yang ada. Bahkan seorang bule tiba-tiba diminta mengeluarkan seluruh isi kantong dan ranselnya. Setelah adu argumentasi dan ternyata yang dicari juga nggak diketemukan, si bule dilepaskan.

Bahkan PC tempat saya juga diutak-atik sebentar lalu ditinggal. Amplop kuitansi hotel juga dibuka. Nggak sampai 10 menit yang rasanya seperti sepuluh tahun, rombongan polisi itu pergi, Sebelum pergi saya yang penasaran akhirnya bertanya juga dng nada sedikit khawatir. khawatir kalau kebanyakan tanya malah dibawa ke kantor polisi. Si penjaga  warnet dan polisi menjelaskan bahwa ini razia rutin pornografi di thailand terutama di warnet2 yang ada di sana. Memang siihhh ... saya juga sempat kaget kok tiba2 di PC bule di sebelah saya tiba2 muncul adegan syuuurrr yang membuat si bule kaget dan teriak2 karena dia tidak menyentuh tombol apa2 gambar tersebut muncul.

Ada bule yang digeledah karena dikhawatirkan mereka memasukkan program atau apalah yang berbau pronografi. Kendati deg-degan awalnya, saya jadi lega sendiri. Seandainya karena razia atau grebegan ini saya and temen2 keciduk, duhhh maluuunya. KEciduk razia pronografi gitu looh...!!! Terakhir ke Bangkom tahun 2012, Warnet masih ada di mana-mana jadi asumsi saya urusan razia itu masih berjalan di sana. Bagaimana di Indonesia. Udah deh nggak usah ngebahas negeri ini. Ini urusan jalan-jalan dan sebaiknya siapapun yang ke Bangkok atau kemanapun pergi, selalu hati2 dan selalu perhatikan aturan2 yang ada di negara yang mau kita kunjungi agar selamat dan aman selalu baik saat datang dan pergi. Yuukk ...terus jalan2. Oya akibat grebegan ini saya akhirnya memilih naik Garuda dan membayar sampai 10,000 baht hanya untuk sekali jalan saja Bangkok - Jakarta. Mahalllll bangettt dan saya pun harus ngelus dada ngenes sambil bilang "Sakitnya disini" nunjuk dompet. (***)

Monday, March 2, 2015

Tacik Yam Tian dan Chilli Crab

Chilli Crab versi tambah telur
MAU makan apa di Singapore? Apa saja ada. Ini bukan guyonan. Benar... mau makan apa saja semua ada di Singapore.  Makanan Thailand ...ada di sebagian besar food court di Orchard, Makanan Eropa? Jangan khawatir. Ada juga di sana? Makanan Indonesia bagaiamana?? Hehehehhe ...apalagi makanan Indonesia terutama makanan padang ....buaanyaaaakkk dan ada juga di hampir sebagian besar food court di Singapore. Bahkan di Chinatown juga dijual makanan padang. Jadi ...kalau ke Singapore jangan bingung kalau cari makan. Apapun ada. Yang halal dan haram juga banyaakkk.

Well ...saya nggak mau cerita jenis makanan yang
Tacik Yam Tian & Roland buyutnya
bejibuunnnn banyaknya di kota singa ini. Saya mau share soal makanan khas Singapore yang bisa dicicipi oleh kita--orang Indonesia--kalau pas jalan-jalan ke Singapore. Apa itu?? Makanan yang harus atau A MUST TRY FOOD in Singapore adalah Chilli Crab--kepiting yang dimasak oseng dengan campuran tomat, cabai merah keriting, telur kocok. Rasanya manis, pedas dan gurih. Lidah saya sampai harus menari tango setelah makan Chilli Crab. Pertama kali makan Chilli Crab Singapore pada tahun 1998, saya ditraktir oleh klien saya Dawn Khoo di kawasan Clark Quay yang kemudian saya tahu nama restorannya adalah Jumbo Seafod Restaurant, salah satu restoran chilli crab terenak. 

Saya baru kembali lagi ke Jumbo Seafood Restaurant di kawasan Clark quay yang juga sudah berubah pada tahun 2007. Restaurannya makin ramai dan harus booking lebih dulu. Apalagi kalau malam minggu dan nggak booking, mohon cari tempat makan lain. Selain makan di Jumbo, saya pernah juga nyoba Chilli Crab di Bencoolen dan Chinatown. Rasanya biasa saja tapi makan chillicrab memang sesuatu sekali buat saya. Saya sudah makan hidangan khas dan asli Singapore. CHILLICRAB!!

                                                                                              Buatan Tacik Cher Yam Tian
Chilli Crab versi asli
Saya sempat kaget setengah mati ketika tahun 2009-an saya mendengar berita kalau Chillicrab ini adalah makanan khas Malaysia dan Singapore sudah membajaknya dari tanah melayu itu. Apa benar begitu. PEmerintah Singapore mengklarifikasinya dan jadilah saya tahu sedikiiitttt ....sedikiiiitt saja tentang si Chilli Crab ini. Sebelum bicara asal muasal chilli crab ...yuuukk kita balik ke tahun 70-an ketika changi masih jadi kawasan pantai yg sering dikunjungi sebagai obejek wisata sebelum kemudian diubah menjadi bandara canggih seperti sekarang. 

Kalau naik MRT, kan ada kawasan Bedok dan Upper East Coast Road...di kawasan ini sebelum th 70-an benar2 di pinggir pantai. Naahh pada tahun 50-an ada perkampungan Attap Houses di mana tacik Cher Yam Tian tinggal bersama Uncle Lim, suaminya yang pensiunan polisi. Satu hari Uncle Lim pergi ke pantai menangkap kepiting besar dan memintak Tacik Yam Tian memasaknya dengan bumbu istimewa. Setelah bersih, kepiting ditumis dengan saus tomat. Sang suami bilang enak tapi minta ditambah cabai. Naahhh ...itulah awal dari hidangan Chilli Crab yang enaaakkk. Chilli Carab Attap Houses dengan cepat populer dan mulailah pada tahun 50 tacik Yam Tian jual chilli crab di gerobak dorong di pinggir jalan. Dari berjualan di gerobak, lalu pindah ke warung dan kemudian menjadi restoran Palm Beach yang sangat populer tahun 1963. REstoran ini populer dengan dekorasi lampu badainya yang khas.

Versi asli chilli Crab tacik YAm Tian tidak memakai telur kocok dan tambahan sambal. Pemilik restoran Dragon Phoenixlah yang kemudian mempopulerkan Chilli Crab dengan tambahan telur kocok dan sambal. Versi Dragon Phoenix ini lah yang sekarang populer di Singapore. Sementara kalau kita mau menikmati versi asli sekaligus versi baru, cobalah datang ke Roland Restauran, yang pemiliknya merupakan keturunan garis ke sekian dari Tack Yam Tian dan Uncle Lim. Chilli Crab dari sinilah yang ingin saya coba dan semoga kalau punya kesempatan lagi makan Chilli Crab saya bisa bertandang ke Roland REstaurant di kawasan Marine PArade Central Multostoreys Carpark.
Jadi jangan lupa mampir untuk paling tidak mencicip Chilli Crab kalau ke Singapore. Belum ke Singapore kalau belum ke Orchard dan makan Chilli Crab!! Benar begitu?? PAsti dan sila coba Chilli Crab Beencoolen, Victoria Bugis, Jumbo Seafood Restaurant di Clarck Quay dan tentunya Roland. Tunggu saya dan kita bertemu di sana:) ;).(***)