![]() |
| PEdagang makanan di Nana Soi - Sukhumvit |
JAMANNYA SMARTPHONE ...dunia memang di tangan kita. Mau ngapain aja di belahan bumi mana saja, kalau ada wifi kita bisa kontak atau update semua info dengan mudah. Hanya dengan satu smartphone semua sudah bisa diselesaikan secara adat. Mau kirim email kerjaan yang terlupa dishare, mau update status, mau selfie dan diupload segara, semuanya hanya dilakukan dalam satu telapak tangan saja. Telepon pintar sudah menjadikan kita penguasa dunia. Kita ada di pojok desa entah di kawasan mana bisa terdeteksi oleh yang namanya media sosial kalau kita rajin update status.
Coba bayangkan bila ini tahun 2007-an dimana smartphone belum marak seperti sekarang. Saya mengalami kesialan tiada tara di Sukhumvit - Bangkok tahun 2007 itu. Waktu itu saya dan teman berangkat ke Phuket dan sudah booking buat PP, ternyata satu teman saya yang lain ngajak janjian bertemu di Bangkok. Saya kelabakan cari tiket ke Bangkok dari Phuket. Kendati grabag grubug, dapat juga saya tiket sekali jalan Phuket - Bangkok dengan dengan Bangkok Airlines. Artinya pasti tiket PP saya yang Jakarta - Phuket - Jakarta hangus sudah.
Sesampai di Bangkok, sekali lagi saya harus gedebukan cari tiket balik ke Jakarta. Saya baru nyadar kalau tiket sekali jalan alias One Way itu mahalnya aujubilah banget. Alhasil saya mencoba cari tiket secara online di sebuah gerai warnet di Sukhumvit. Waktu itu sekitar pukul 15:00 waktu setempat. Sebelumnya saya sudah memesan tiket Garuda dari hotel tempat saya menginap di dekat Pratunam--lupa nama hotelnya. Reservasi tiket ini masih saya tahan sampai minggu karena saya berusaha cari tiket yang lebih murah. Itu sebabnya saya mencoba cari tiket online di Warnet di dekat hotel Ambassador--tempat temen saya yang lain menginap di kawasan Sukhumvit.
Sedang asyik-asyiknya browsing, tiba-tiba masuh serombongan pria berseragam hitam dan ditutup mulutnya dengan masker hitam dan membawa senjata. Saya dan dua temannya saja karuan saja kelimpungan melihat lima pria bersenjata menerobos warnet tempat kami mencari tiket. Saya berusaha keluar tetapi ditahan dan diminta dengan baik-baik untuk terus duduk di tempat semula. Pria berseragam hitam--yang ternyata polisi patroli--memeriksa setiap PC yang ada. Bahkan seorang bule tiba-tiba diminta mengeluarkan seluruh isi kantong dan ranselnya. Setelah adu argumentasi dan ternyata yang dicari juga nggak diketemukan, si bule dilepaskan.
Bahkan PC tempat saya juga diutak-atik sebentar lalu ditinggal. Amplop kuitansi hotel juga dibuka. Nggak sampai 10 menit yang rasanya seperti sepuluh tahun, rombongan polisi itu pergi, Sebelum pergi saya yang penasaran akhirnya bertanya juga dng nada sedikit khawatir. khawatir kalau kebanyakan tanya malah dibawa ke kantor polisi. Si penjaga warnet dan polisi menjelaskan bahwa ini razia rutin pornografi di thailand terutama di warnet2 yang ada di sana. Memang siihhh ... saya juga sempat kaget kok tiba2 di PC bule di sebelah saya tiba2 muncul adegan syuuurrr yang membuat si bule kaget dan teriak2 karena dia tidak menyentuh tombol apa2 gambar tersebut muncul.
Ada bule yang digeledah karena dikhawatirkan mereka memasukkan program atau apalah yang berbau pronografi. Kendati deg-degan awalnya, saya jadi lega sendiri. Seandainya karena razia atau grebegan ini saya and temen2 keciduk, duhhh maluuunya. KEciduk razia pronografi gitu looh...!!! Terakhir ke Bangkom tahun 2012, Warnet masih ada di mana-mana jadi asumsi saya urusan razia itu masih berjalan di sana. Bagaimana di Indonesia. Udah deh nggak usah ngebahas negeri ini. Ini urusan jalan-jalan dan sebaiknya siapapun yang ke Bangkok atau kemanapun pergi, selalu hati2 dan selalu perhatikan aturan2 yang ada di negara yang mau kita kunjungi agar selamat dan aman selalu baik saat datang dan pergi. Yuukk ...terus jalan2. Oya akibat grebegan ini saya akhirnya memilih naik Garuda dan membayar sampai 10,000 baht hanya untuk sekali jalan saja Bangkok - Jakarta. Mahalllll bangettt dan saya pun harus ngelus dada ngenes sambil bilang "Sakitnya disini" nunjuk dompet. (***)

No comments:
Post a Comment