Tuesday, March 10, 2015

I LOVE YOU CLARA from SPAIN.... So Much!!

my first Clara con limon
FALLING IN LOVE at the first sight itu sih biasa. Tapi falling in love at the first sip alias jatuh cinta pada tegukan pertama itu baru
cerita. Seperti biasa, setiap kali jalan-jalan saya selalu berusaha mencicipi makanan khas daerah atau negara yang saya kunjungi. Begitu juga ketika saya jalan-jalan ke Madrd - Spanyol. Waktu itu pas musim semi. Cuacanya tidak terlalu panas, juga tidak terlalu dingin. Suhu masih di bawah 10 an derajat. Ketika malam...anginnya cukup menggigit kulit. Jadi tetap saja saya mengenakan jacket kulit ketika harus keluar malam buat klayapan.

Pada malam kedua saya di Madrid, saya bertemu dengan dua orang Indonesia yang bekerja di Repsol. Mereka berdua mentraktir kita--saya dan empat orang geng jalan-jalan saya--makan malam di kawasan Puerta del Sol. Sol ini kebetulan tempat nongkrong cewek dan cowok Madrid. Di kawasan ini banyak sekali cafe, restoran tapas dan tentunya warung-warung Paela--nasi khas Madrid yang dimasak langsung di penggorengan.

Malam itu, kami semua ditraktir makan di sebuah fancy restaurant unrtk dinner. Sebelum dinner kami semua ngobrol-ngobrol santai. Temen2 Indonesia yang di Madrid tentu banyak bertanya ttg suasana tanah air. Kalau saya tentu tanya-tanya tentang keiasaaan di Madrid, bagaimana berkomunikasi sederhana dan yang nggak kalah penting harus memilih makanan dan minuman apa selama di Madrid. Dari sinilah saya berkenalan dengan CLARA.

Aniel, geologist yang bekerja di Repsol menantang saya untuk bertemu dengan CLARA.
"Suka bir, Ris?" tanyanya.
"Nggak," spontan saya jawab karena memang saya nggak suka bir.
"Selama disini kamu harus coba bir oplosan satu ini. Khas minuman orang-orang Spanyol selain Sangria pada saat kongkow seperti ini. Mau coba?" tantangnya.
"Hmmmhhh ...mau nggak ya," saya mulai ragu dengan diri saya sendiri. Saya selalu tertantang mencoba makanan atawa minuman di tempat-tempat yang saya kunjungi.

Setelah berembuk, jadilah saya memutuskan. "Okey ...saya coba. Sapa takut," pikir saya
Kurang dari 5 menit keluarlah pesanan saya. Segelas CLARA!! Warnanya tidak seperti bir pada umumnya yang kuning bening tapi seperti warna perasan jeruk lemon import tetapi bergelembung layaknya bir. Menurut si empunya cafe ini, Clara adalah campuran Bir merek apa saja dengan lemon soda dan biasanya memakai lemon fanta. Pantas warnanya tidak bening.

Si pelayan sekaligus si empunya restoran, menunggui saya sampai mencicipi CLARA. Gelas saya angkat dan dinginnya gelas meski CLARA tersebut tanpa es menyengat jemari saya. Saya tempelkan bibir gelas ke bibir saya dan pelan-pelan saya teguk. Rasanya ....whoaaaa!!!!

So amazing dan membuat saya ingin terus dan terus meneguknya sampai habis. Rasa soda terasa menggigit lidah saya, birnya mash kentara rasanya tapi lebih lembut. Perasan jeruk lemon yang bercampur di bir menjadikan minuman CLARA ini manis, asam tapi segar sekali dan bau birnya hilang tapi tetap ada sentuhan rasa birnya. Serius ...saya sukaaaaaakkkk sekali. Tepatnya saya JATUH CINTA. I LOVE YOU CLARA ... so much!!!

Saya yang nggak suka bir jadi ketagihan. Di setiap cafe atau restoran yang saya datangi selama di Spanyol, ada dua pesanan wajib yaitu CLARA dan Sangria--saya cerita lain kali tentang Sangria. Clara juga memberikan kehangatan khas bir di badan. Minuman ini sebenarnya cocok buat musim panas karena memberikan sensasi dan letupan yang menyenangkan di dalam mulut.

"Aniel ...I love it. Thanks for having introduced me to CLARA. I will make it at home."
Benar saya berterima kasih karena telah berkenalan dengan Clara dan di rumah saya mencobanya mengoplos sendiri bir botol kecil dengan lemon fanta 300 ml. Yang kedua kali saya oplos bir dengan setengah lemon ukuran sedang dan ditambahkan soda dan sparkling water. Saya simpan di lemari es dan ini jadi minuman favorit saya saat musim panas sepulang kerja. CLARA au Madrid, wait for me i will come again, Menikmati CLARA tetap lebih ciamik di cafe di seluruh plaza yang ada di Spanyol.(***)

No comments:

Post a Comment