Thursday, November 22, 2012

Bugis Yang Bukan Bugis

TAHU nggak artinya Bugis. Kalau di Jakarta bugis itu nama kue yang dibuat dari tepung ketan dan di dalamnya diisi unti (kelapa dan gula) dan dibungkus daun pisang. Tapi ada juga bugis lainnya yaitu suku Bugis di Makasar Indonesia. Tapi ciyusss ... :) ... saya nggak ngomongin dua bugis ini. Saya lagi mau share tentang Bugis yang ada di Singapura. Bugis yang sudah ada sejak tahun sebelum 1950 merupakan kota utama sebagai salah satu tujuan wisata di Singapore. Ternyata menurut yang empunya cerita dari penduduk setempat, sebelum Inggris masuk ke Singapura, orang Bugis dari Sulawesi Selatan (Indonesia) datang ke kawasan ini untuk berdagang.

Suku Bugis yang memang dikenal sebagai pelaut dan pedagang handal, banyak melakukan perjalanan dagang sampai ke Singapura. Banyak orang-orang Bugis yang katanya tinggal di sana. Itulah sebabnya kawasan ini disebut juga sebagai kawasan Bugis. Sekitar tahun 1950 - 1980 an kawasan ini dikenal sebagai tempat mangkalnya para banci (seperti taman lawang di Jakarta). Tempat ini merupakan daerah tujuan wisata top pada masa itu. Baru pada pertengahan 80-an, kawasan Bugis Street diremajakan menjadi kawasan wisata retail dan pada malam hari banyak bertebaran restoran serta warung-warung makanan yang menjadikan jalan ini mengasyikan buat jalan-jalan.

Tapi sekarang Bugis Street sudah menjadi kawasan yang conblok dan justru  lebih mengasyikan dan lebih tertata. Ada mall besar yaitu Bugis Junction yang di bawahnya terdapat Bugis MRT Station. Di lantai Ground Bugis Junction banyak terdapat kios-kios makanan yang beragam dari berbagai negara. Jajanan Korea, Jajanan Singapore, Jajanan India dan berbagai jajanan yang mewakili berbagai suku bangsa yang ada di Singapura. Sementara kawasan Bugis Strret tetap dilestarikan hanya saja penataan jadi lebih rapi.

Juli lalu saya ke Singapura --saya selalu mampir ke Bugis setiap kali ke Singapura-- saya ke Bugis dan melakukan napak tilas saya sendiri. Begitu turun dari MRT saya dan ponakan saya membeli jajanan di Bugis Junction. Setelah puas jajan, saya naik ke atas --mall-- dan window shopping di sana. Puas window shopping dan kemudian membeli payung di Seiyu. Setelah itu saya langsung melenggang ke Bugis Street di seberangnya. Di sini aneka makanan dijual di warung-warung dan kedai. Harganya beragam. Rasanya ada yang enak tapi ada juga yang biasa-biasa saja. Ada ayam panggang enak di jalan ke dalam pasar dan ujung sebelah kanan. Saya suka ayam panggang ini karena pedas dan segar.

Bugis Street ini tidak terlalu populer bagi turis. Justru orang-orang Singapura yang sering belanja di sini. Padahal oleh Dinas Pariwisata Singapura ini merupakan lokasi perbelanjaan di jalan terbesar yang ada di Singapura. Berdasarkan pengamatan saya memang orang singapura yang banyak berbelanja di sini. Jarang terlihat orang Indonesia seperti di Orchard atau Mustafa Mall di kawasan Little India. 

Sesekali datanglah ke Bugis Street, harga barang disana relatif murah. SEmakin ke dalam semakin banyak pedagang dan jenis barang di sana. Ada pedagang suvenir kuno di sana dengan harga yang relatif murah. Ketika tahun 2009 saya kesana bersama teman-teman, seorang teman membeli papan catur antik hanya 25 dolar Sing. Padahal kalau beli di toko barang antik bisa 80 dolar Sing. HArga T-shirt juga murah-murah. Makanan beraneka ragam mulai dari kembang tahu, susu kedelai dan lain-lain. Harga buah-buahan di bagian belakang lebih mahal pedagangnya menurut saya galak-galak, karena kalau ditawar dan tidak sesuai maunya kita disuruh pergi dan tidak boleh pegang2 buahnya ...hehhehe. 

Di Bugis Street ini memang ada pasar tradisional dan saya suka sekali blusukan di sana ketika pagi hari dan malam semakin marak saja suasananya. Yang lebih menarik, tak jauh dari kawasan Bugis ini --jalan sekitar 500 meter-- sampailah kita di Kampong Glam. Kawasan orang-orang islam dan arab di sana. Ada Mesjid berkubah keemas-emasan. Saya suka kawasan ini karena juga banyak pedagang yang seluruhnya nyaris keturunan Melayu, Bugis dan Arab. Saya akan cerita tentang Kampong Gelam pada episode berikutnya. 

KEmudian tak jauh dari kampung gelam ini ada kawasan kampung yang ditata apik dan di sisi kiri kanannya banyak cafe, resto kecil yang cantik tak ubahnys seperti rumah-rumah kecil di Venesia tapi ini khas gaya Singapore. Kawasan ini ada di jalan Haji. Jadi ingat ya, Singapore bukan cuma Orchard, ada banyak tempat lainnya yang menarik dan tentunya di luar perkiraan kawasan itu ada di Singapore. Mau tahu lebih banya bisa tanya saya di blog saya atau bisa comment di tulisan saya. Have a great trip in Singapore!!(***)

[edit]


Wednesday, November 21, 2012

Orchard Road, Big Magnet of Singapore

Di depan Tangs - Singapore
SENGAJA saya pakai judul bahasa Inggris karena kelihatannya kalimat itu paling pas buat judul tulisan ini. Saya berani bilang, Singapore tak ubahnya tempat bercampurnya aneka budaya dan juga aneka wisata. Aneka budaya karena di Singapore kita bisa melihat budaya melayu, tionghoa atau cina dan budaya modern yang sudah menyatu dengan Singapura sendiri sehingga menjadi sebuah budaya sendiri yang unik. Misalnya saja modernisasi trasportasi umum di Singapura tak ubahnya tranpsortasi umum di kota-kota dunia seperti Hongkong, Newyork, Paris, Jepang dan juga Shanghai.

Tentunya Singapura tetap punya ciri sendiri yang menjadikan kota ini juga berbeda dengan kota-kota yang saya sebutin di atas. Tempat wisatanya bagaimana? jangan khawatir. Meski kecil, Singapura tak bisa juga dijelajahi dalam sehari untuk keliling, karena cukup banyak juga tempat-tempat menarik yang bisa didatangi. Dengan judul di atas, saya ingin mengajak teman-teman ke tempat-tempat yang jangan sampai terlewatkan ketika datang ke sana.

Pertama tentunya Orchard Road. Bagi siapapun yang ke Singapura --baik yang baru pertama kali maupun yang sudah berkali-kali ke sana-- Jalan ini merupakan magnit yang luar biasa daya tariknya. Semua yang berbau modern dan tradisional kalau kita jeli bisa dilihat di jalan ini. Orchard Road adalah jalan yang lumayan panjang sekitar 3km memanjang dari arah ujung dekat Sommerset Road dan lurus menuju ke arah Lavender (nama stasiun MRT).

Jalan-jalan ke Singapura tanpa menyusuri Orchard sama saja dengan makan sayur tanpa garam. Hambarrrrrr..!! Percaya deh, hanya dengan menyusuri Orchard Road, kita serasa sudah mengelilingi Singapore secara simbolis hehehhe. Semua bisa dilihat di sini mulai dari hal-hal yang modern sampai hal berbau vintage ...maksud saya berbau tradisional atawa hal khas Singapura. Kalau yang modern tentunya sudah pda tahulah apa itu. Diantaranya ya barang-barang bermerek.

Siapapun yang mau belanja barang bermerek, disinilah tempatnya. Harga pastinya lebih murah dari Indonesia. Murahnya sedikiiiiiiittt saja. Kalau punya banyak uang dan ingin beli ...beli di Indonesia bisa juga kok. Tapi kan terkadang kalau pas jalan ke Singapura apa salahnya membeli. Lebih murah juga kok sekitar 10 - 20 persen. Itu untuk barang-barang bermerek yang non made in Singapore. Sementara produk Singapore yang di Indonesia juga cukup terkenal seperti Charles & Keith harganya bisa jauuuuhhhh lebih murah sampai 30 - 50 persen. Misalnya saja tas yang di Jakarta Rp. 600.000,- di Singapore harganya bisa Rp. 300.000 or Rp. 350.000,-.

Lumayan kan. Lalu belanja yang enak dimana saja di Orchard. Waaahh ...semua mall bisa disambangi untuk belanja. Mulai dari ujung Orchard yang dekat Somerset ada mall besar Orchard place, terus lurus ada Ion gudangnya butik-butik bermerek, Lucky Plaza yang tak ubahnya pasar dan harga-harga yang bisa dibeli dengan tawar menawar. Bahkan T-shirt merk asli Singapore seperti Hang Ten bisa dibeli dengan murah di Lucky Plaza. Barang-Barang suvenir asli Singapura bisa juga dicari disini dari lantai 1 sampai lantai 3.

Ada mall yang asli Singapura yaitu CK Tang (didirikan tahun 1932 oleh Tang Choon Keng lebih dikenal dng CK Tang). Selain barang-barang modern, ada barang klasik khas Singapura dijual di sini. Saya pernah membeli mainan anak-anak yang bagus di sini pada tahun 1996. Terakhir kali pada Juli 2012 saya ke Singapura dan CK Tang sudah semakin besar, namun gedung dengan gaya kelentengnya tetap dipertahankan. Dan itu khas dari mall yang kini lebih dikenal dengan TANG'S. Tangs ini bisalah dianggap sebagai mal utama di Singapura yang harus didatangi sebagaimana Bloomingdale di New York sana atau Selfridges di London.

Makan Dimana Di Orchard
Mall lama yang tetap exist di Singapura adalah Isetan dan Takashimaya. Mall ada Wisma Atria dan lain-lain yang saya tak ingat namanya. Itu urusan belanja. Bagaimana dengan urusan makanan?? Jangan khawatir, ada banyak tempat makan enak dan harus dicoba di Orchard. Salah satunya adalah Lucky Plaza. Di lantai Dasar dari Lucky Plaza terdapat food court yang makanannya lumayan enak. Ada Tom Yum Noodle, Nasi Lamak, Nasi Padang, Roti toast kaya, Mc Donald ...hihihii ...dan masih banyak lagi. Kisaran harga antara 5 - 7 dolar Sing.

Ada juga Food Republic di Wisma Atria lt. 4. Kalau ke sini, harus mencoba prawn noodle dan laksa-nya ya. Saya rekomendasi dan rasanya ditanggung wueenakk. Untuk prawn noodle, kuah udangnya sangat pass di lidah. Bahkan ketika sampai di tenggorokan n masuk ke perut, hangat dan lezatnya masih terasa. Udangnya meski menurut saya kurannnggg ...kurannng banyakk. sangat manis karena udang segar. Saya nggak berlebihan kok. Yang penting lagi,  prawn noodlenya halaaallllll. Laksanya ...hmmmh jangan tanya. Enakkk sekali. Penjualnya gemuk dan ramah. Saya selalu ngobrol banyak dengan dia.

Makanan lain yang tidak di mall dan ada di kawasan Orchard adalah di depan hotel Grand Central. Sore hari ada kedai Sea Food yang mak nyussss. Kangkung cahnya enak dan ikan bakarnya ...amboi ina. Nggak aneh rasanya. Sebenarnya masih banyak makanan enak di Singapura. Tapi untuk Orchard, saya rekomendasi tiga tempat ini karena gampang dicari. Silakan mencoba dan silakan mengeksplorasi Singapore kecil di Orchard. Kalau perlu info lainnya bisa kontak saya di email atau, komentar saja di sini. Cheerrrsss.(***)

Monday, November 5, 2012

Hop On Hop Off Jadi Andalan

BERAPA lama tinggal di Singapura? Kadang ada saja orang yang pergi ke luar negeri bukan buat keperluan jalan-jalan alias travelling. Banyak orang yang ke luar negeri karena urusan dinas. Jadi  bisa dipastikan urusan jalan-jalan atau sekadar sightseeing nggak kepikiran. Gimana mau mikir jalan-jalan kalau kerjaan aja sudah menumpuk saat dinas ke Singapura. Tetapi biasanya orang-orang ini --apalagi kalau yang belum pernah ke Singapura sama sekali-- juga punya keinginan lihat-lihat kota Singapura. Tapi  gimana caranya yaa...???

Kalau memang waktu terbatas saat mengunjungi suatu negara, terutama Singapura --karena saya lagi cerita all about Singapura-- gak perlu khawatir. Kita bisa keliling Singapur dalam waktu yang relatif singkat dan nggak bikin repot. Kalau saya biasanya sih cari bus Hop On Hop Off. Waktu saya ke Brussels - Belgia dan di sana cuma sehari. Saya naik bis ini.

Namanya saja Hop On Hop Off, kita bisa berhenti sewaktu-waktu di lokasi yang kita pikir perlu di explore lebih banyak dan kemudian kita bisa kembali naik bis itu lagi untuk melihat lokasi-lokasi lainnya. Kalau waktu yang kita punya mepett alias terbatas banget ya sebaiknya ikut saja rute bus ini dari awal sampai akhir. Dengan ikut ini biasanya sama saja kita sudah keliling seluruh Singapur. Kendati nggak semua tetapi sudah mewakili jalan-jalan ke seluruhan,

Tarifnya berapa? Tergantung paket mana yang kita ambil. Kalau ambil paket "1Day Pass" hanya berlaku hari itu saja dari saat kita beli sampai berakhirnya jam operasi bus. Sementara kalau beli paket "24 Hour Pass", tiket bus berlaku dari mulai jam kita beli sampai jam yang sama keesokan harinya. Jadi kalau kita beli jam 11.00 hari ini, tiket berakhir masa berlakunya sampai jam 11.00 keesokan harinya. Untuk tiket "One Day Pass" harganya mulai Sing$ 21 sampai ...tergantung paket tiketnya.

Hop On Hop Off buat saya ya menyelesaikan masalah bila waktu saya sangat sangat terbatas di suatu tempat. Selain itu untuk tidak sampai tersesat kemana-mana, naik Hop On Hop Off ini berarti banget. Saya tingga turun di lokasi tertentu dan setelah puas keliling, saya tinggal menunggu busnya di tempat saya tadi turun. Enakk kan ... dan nggak khawatir tersesat. 

KAlau di Singapur ada dua rute bus Hop On Hop Off. Rute Merah dan Rute kuning. Semua keberangkatan bus berawal di Suntec City. Hampir semua bus-bus wisata di Singapura biasanya mulai di Suntec City. Rute bus Kuning (YEllow Route) ada 18 Stop (Stop 1 - Suntec, Stop 2 - Singapore Flyer, Stop 3 - Marina Bay Sands, Stop 4 - Fullerton Hotel, Stop 5 - Asian Civilization Meseum,
Stop 6 - Peninsula Plaza, Stop 7 - Clarke Quay, Stop 8 - Mirama Hotel, Stop 9 - Great World City, Stop 10 - Tanglin Mall, Stop 11 - Botanic Gardens, Stop 12 - Orchard Hotel, Stop 13 - Marriot Hotel, Stop 14 - Singapore Visitor Centre.,Stop 15 - Orchard Plaza, Stop 16 - Rendezvous Hotel, Stop 17 - Singapore Art Mesuem dan berakhir di Stop 18 - Raffles Hotel). Cukup mewakili kan untuk menjelajah Singapura.

Sementara yang Rute Hop On Hop Off Merah rutenya sebagai berikut Stop 1 - Suntec, Stop 2 - Fu Lu Shou, Stop 3 - Little India, Stop 4 - Mustafa Centre, Stop 5 - Theives Market, Stop 6 - Landmark Village, Stop 7 - Kampong Glam, Stop 8 - Hotel Intercontinental, Stop 9 - Raffles Hotel, Stop 10 - Connaught Drive, Stop 11 - Peninsula Plaza, Stop 12 - Boat Quay, Stop 13 - Chinatown, Stop 14 - Kreta Ayer, Stop 15 - Peoples Park Centre, Stop 16 - Old Custom House, Stop 17 - Marina Bay City Gallery, Stop 18 - Marina Bay Sands dan Stop 19 - Ritz Carlton Hotel. Dijamin menyenangkan juga kok.

Busnya adalah double decker dan di atasnya tanpa atap. Buat yang mau ambil foto sebaiknya memang memilih duduk di atas. Sementara pemandu wisatanya adalah rekamana yang ada dalam berbagai bahasa. Mau coba keliling Singapura dalam waktu terbatas ...ya Hop On Hop Off.(***)





Sunday, November 4, 2012

Lihat Bebek dan Kupu-Kupu di Singapura

JAUH-JAUH ke Singapura cuma mau lihat bebek sama kupu-kupu. Duuhh ...nggak deh!!  Eiittss ...jangan salah sangka ya. Ini bebek beda dengan bebek yang sehari-hari kita lihat di Indonesia. Kupu-kupunya siih masih sama tapi ...sebaiknya memang baca semua dulu deh baru komentar tentang wisata bebek dan kupu-kupu ini. Mau tahu kan seperti apa itu bebek dan kupu-kupunya.
Wisata Bebek di Singapura atau lebih dikenal dengan DUCKtours memang unik dan layak dicoba. Ini merupakan kombinasi keliling kota Singapura lewat darat dan kawasan perairan Singapura (harbour). Sebuah wisata yang lengkap di Singapura yang kawasan perairannya juga indah untuk dinikmati. Waktunya pas 60 menit. Untuk bisa  ikutan DUCKtours, gampang banget kok. Kalau pas kita jalan di sepanjang jalan di Orchard di sisi jalan seberang Lucky Plaza terdapat kios yang menawarkan wisata bebek ini. 

Wisata ini tidak berarti melihat bebek melainkan wisata petualangan di darat sekaligus di laut. Kok bisa sihh. Tentu bisa karena kita diajak berkeliling menggunakan tank amphibi bekas perang vietnam --sweaarrr ini tank amphibi asli yang pernah dipakai saat perang Vietnam. Wisata menggunakan amphibi ini merupakan attraksi orisinal dan yang pertama kali ada di Asia. Menariknya, amphibi ini dibentuk seperti bebek. Warnanya dominan kuning dan merah  mencolok. Lucu sekali, karena kendati berbentuk amphibi, kendaraan ini luarnya dibentuk seperti bebek. kwekk ..kweek ..kweekk.  

Dari atas kendaraan ini kita dibawa untuk mengenal Singapura lebih dekat dan tentunya lebih akrab. Kebayang kan kita berjalan-jalan di antara gedung-gedung tinggi di Singapur dari atas tank amphibi berbentuk bebek. Ketika pertama kali melihat promo DUCKtours di Orchard, saya pikir saya akan diajak melihat bebek asli Singapura. Saking penasarannya saya coba ikut dan ternyata ...what a great experience I got!! 

Ternyata ini adalah wisata keliling Singapur menggunakan tank amphibi bekas perang Vietnam dulu. Hanya saja tank rersebut sudah dimodifikasi jadi kendaraan yang menyenangkan sekaligus mendebarkan. Buat anak-anak ini pasti lucu, menegangkan sekaligus pengalaman tak terlupa kan. Betapa tidak ...dari saat naiknya saja anak-anak pasti sudah senang karena menggunakan tangga untuk naik ke tank. Setelah penuh, tank akan berjalan keliling ke gedung-gedung tinggi, beberapa bangunan bersejarang di Singapura dan tentunya berenang-renang di sepanjang perairan Singapura yang indah pemandangan di kiri kanannya.

Fungsi tank amphibi si DUCKtours ini benar-benar seperti amphibi. Bisa jalan di darat dan di air. BErapa dolar kita harus bayar untuk ikut DUCKtours ....Sing$ 33 untuk dewasa dan anak-anak sekitar Sing$ 30. Lalu rutenya selama sejam perjalanan itu kemana saja . Si DUCK akan memulai perjalanan dari Suntec City ke beberapa tempat seperti Victoria Theatre, Supreme Court dan the War Memorial Park. Setelah dari sana si BEBEK menuju Marina Bay dan kita bias melihat Esplande, patung Merlion dan dermaga Clifford. KEmudian sang BEBEK akan keluar lagi dari perairan dan kembali Suntec City.

Ini tentang jalan-jalan dengan bebek. Bagaimana kalau liat kupu-kupu? Buat saya ini layak tonton juga meski mungkin kalau mau jujur spesies kupu-kupu Indonesia lebih banyakkk dari pada Singapura. Penangkaran kupu-kupu ini ada di Pulau Sentosa. Untuk mencapai Sentosa bisa menggunakan bus dan bisa menggunakan MRT ke Harbour Front terus ganti dengan naik kereta gantung ke Sentosa Island (Pulau Sentosa). Begitu sampai di pulau, silakan menjelajah pulau ini yang sekarang juga ada Universal Studio. Khusus untuk melihat kupu-kupu bisa langsung ke lokasi tempat kupu-kupu. Berbagai jenis kupu-kupu disimpan di sini. Ada yang masih hidup ada juga yang sudah diawetkan.

Ada atraksi menarik di tempat ini yaitu memegang kalajengking atau scorpion beracun dari Afrika. Kalajengking berwarna hitam kelam dan mengkilat ini oleh pawangnya ditaruh di punggung tangan dan akan berjalan merayap sepanjang tangan kita. Sweaarr ...saya nggak pernah mau melakukan ini. Lihat kalajengkingnya saja sudah bikin bergidik dan takut kalau disengat sehingga racunnya masuk dalam darah ...whooaaa ...takuttt.

KEndati berkali-kali pawangnya membujuk saya. Saya tetap bergeming dan menolak melakukan itu. Anehnya banyak anak-anak usia 7 tahunan melakukan hal ini. Naahh ..Anda-Anda mau coba?? Silakan saja. Kalau sempat mampir ke Sentosa ISland untuk masuk ke tempat jalan-jalan dan menonton atraksi lainnya, anda cukup membayar kurang lebih Sing$ 80 sudah termasuk harga kereta gantung dan bayar masuk ke attraksi yang ada di sana. Tiket ini paling tidak sama dengan tiket masuk ke Universal Studio. Selamat menikmati bebek dan kupu-kupu.(***) 

Monday, October 29, 2012

Ngintip Stasiun dari Jendela MRT

SELALU saja ada pengalaman lucu dan tak terlupakan ketika saya pertama kali pergi ke suatu negara. Begitu juga ketika saya pergi ke Singapura. Pertama kali saya ke Singapura dalam rangka kerjaan. Saya harus bertemu klien dari Phillips yang waktu itu mau meluncurkan produk terbaru yaitu 'mobile phone'. Saya harus bertemu dengan orang-orang marketing regional di Singapura dan melakukan wawancara dengan direktur komunikasinya, yang saya lupa namanya. Hasil wawancaranya untuk dimuat sebagai advertorial di media tempat saya kerja.

Sebenarnya saat itu bukan kedatangan saya yang pertama. Saya beberapa kali ke sana tapi hanya transit di Changi dan kemudian pada kesempatan Phillips ini saya bisa masuk ke dalam kota dan menginap selama 2 malam 3 hari. Semuanya jadwal perjalanan oke-oke saja karena seluruh penginapan, perjalanan bahkan juga makan sudah diatur oleh agency dari Jakarta. Saya tinggal tenang-tenang saja menikmati semuanya.

Hanya saja pada hari kedua, setelah makan siang, saya ditawari untuk jalan keliling tidak naik mobil melainkan naik MRT. Tentu saja saya senang. Saya pengen juga merasakan naik MRT yang katanya oke itu. Saya diajak naik dari stasiun City Hall menuju Orchard, karena para teman agency akan mengajak saya jalan kaki dari Orchard sampai ke Sommerset dan ke ujung arah wisma Atria (pada waktu itu saya lupa apakah Atria sudah ada di kawasan Orchard). Naah pada saat naik MRT ini terjadi kekonyolan yang saya lakukan dan tentunya bikin muka merah and maluuu...!

Begitu masuk stasiun City Hall, saya sudah terkagum-kagum dengan kondisi stasiun yang luar biasa bersih. Padahal waktu itu, MRT-nya belum seperti sekarang yang keretanya tidak terlihat sampai kereta berhenti dan pintu gerbang terbuka dan di dalamnya pintu MRT terbuka. Dulu keretanya langsung kelihatan dan pintu terbuka tanpa ada pembatas gerbangnya. Selain itu gap antara kereta dengan lantai turun juga kelihatan. Itupun sudah membuat saya kagum luar biasa. Apalagi sekarang ...makin canggih, makin aman dan tentunya makin nyaman.

Jadi jangan salahkan saya kalau saya agak sedikit norak juga. Bayangkan biasa naik KRL di Jakarta eehh ...tiba-tiba naik MRT. Ada banyak kekagetan  saat itu. Kekagetan pertama, nggak ada penumpang yang berebutan naik ke dalam kereta. Semua antri dengan tertib. Yang turun dapat giliran keluar dan baru yang mau naik bisa masuk. Di dalam kereta ...hmmmhh ....bersihnya luar biasa. Nggak ada sampah sedikitpun seperti KRL.

Lainnya. selalu mendahulukan perempuan, orang tua dan tentunya mereka yang memang membutuhkan tempat duduk. Rasanya seneng banget saya bisa naik MRT. Bisa buat cerita ke teman-teman nantinya, begitu pikir saya. Sayangnya perilaku saya meski naik MRT masih sama dengan kalau naik KRL (dulu Jakarta belum ada Commuter Line kaya sekarang). Mata saya jelalatan melihat keluar kereta ...padahal semuanya gelap. Maklum kan itu MRT ada di dalam tanah. Baru terang kalau sudah sampai stasiun.

Tapi tetap saja mata saya jelalatan. Dan saya nggak berhenti-berhenti juga mengintip keluar melalui jendela MRT untuk mengetahui sudah sampai stasiun mana. Mungkin karena bolak-balik saya mengintip ke jendela, seorang teman dari agency bertanya, "Ris liatin apaan sih dari jendela?'

"Liat sampai stasiun mana. takut kelewatan," jawab saja kalem.
"Aduh Ris ...kenapa bikin leher cape dan mata jereng ngintipin. Tuuhh ... di atas pintu ada lampu kedip2 yang menandakan kita sampai di stasiun mana dan kereta sudah mau dekat di stasiun mana. Tinggal liat aja kalau pintunya di sebelah kiri, maka warna di kiri nyala hijau and kalau pintu di kanan, lampu di kiri nyalah merah," ujar dia menjelaskan sambil cekikikan.

Gubraaaakkkss ...tinggal saya melongo kaya orang bego dan mengalihkan mata saya dari jendela ke petunjuk arah di atas pintu MRT. Astaganaga ...beginilah kalo orang kampung naik MRT. Yang bikin sebelll ...sorenya ketika di kantor Phillip pada saat makan malam, para orang agency itu menceritakan hal ini ke para klien. Tawa mereka tentu saja pecah dan memaklumi kejadian tersebut. Tapi tetap saja saya maluuuu bangetttt!! Rasa malu ini sampai sekarang masih saya simpan dan saya share sekarang.(***)

Singapura Tanpa MRT, Hambar Rasanya

Singapura Tanpa MRT, Hambar Rasanya
* Transportasi dan Petunjuk Arah Gampang di Singapura

HMMMHH ...akhirnya sampai juga ke Singapura. Begitu biasanya yang ada di pikiran setiap orang ketika pesawat yang ditumpangi akhirnya mendarat di bandar udara Changi - Singapura. Dengan demikian sah sudah kita menjejakan kaki di negara lain selain negara kita sendiri. Sudah sampai kita di luar negeri. Tadinya di Changi --selain Terminal 1, 2 dan 3-- ada terminal lain yaitu  "Budget Terminal". Lokasinya di luar ke-tiga terminal tersebut dan hanya didarati oleh penerbangan2 dengan tarif murah seperti Tiger Airways, Cebu Pacific, Firefly dan beberapa lainnya.  

Saya pernah mendarat di Budget Terminal ini ketika ke Singapura naik Tiger Airways (Tiger mengakusisi Mandala dan menjadi Tiger - Mandala Airways sekarang). Budget Terminal ini menurut informasi terakhir kini ditutup sejak September 2012. Semua penerbangan budget untuk sementara mendarat dan take off di Terminal 2 Changi. Budget Terminal akan digantikan dengan Terminal 4 yang kini sedang dibangun.

Oooooppss ....saya terlalu berpanjang-panjang dengan urusan terminal nih. Baiklah ...mari kita kembali ke urusan 'finally sampai di Singapura'. Kalau sudah sampai Singapura so whattt??? Pastinya kita perlu cari alat transportasi untuk menuju ke dalam kota singapura. Jangan khawatir, Singapura bukan negara yang akan membuat kita tersesat. Saya saja yang tidak pintar baca peta dan selalu kehilangan orientasi, tidak pernah tersesat di sana, karena semua petunjuk serba jelas.

Begitu mendarat, urusan yang paling penting adalah menyiapkan paspor untuk antri di imigrasi. Setelah itu urus bagasi dan jangan lupa tukar uang dengan mata uang lokal --dolar Singapura. Penukaran di money changer Changi bisa menggunakan rupiah atau dolar Amerika. Biasanya urusan imigrasi dan bagasi makan waktu kurang lebih satu jam. Setelah semua beres ...let's find out transportasi apa yang mau digunakan

Kalau banyak uang, transportasi paling okey ya naik taxi. Tinggal ngomong sama supir taksinya kemana tujuan kita dan ...there we ere. Ke situlah kita diantar. Jadi ga perlu pusing urusan liat peta, jalan kesana kemari dan lain-lain. Sayangnya pergi kemana-mana naik taxi di Singapura itu kurang ada unsur excitement dan advonturirnya alias kurang greget dan kurang petualangan. Sebaiknya sih --ini saran saya--cobalah transportasi lain selain taxi. Dan transportasi umum di Singapura boleh dikasih acungan 3 jempol kok (mau kasih empat jempol bisa kejengkang saya, karea dgn 3 jempol aja sudah berdiri dengan satu kaki hehehhe).

Saya mau berbagi sedikit bagaimana naik transportasi umum di Singapura. Di negara ini urusan transportasi sangat nyaman, nggak kaya di negeri kita (dduh ...selalu sedih dan terus bermimpi Indonesia or paling nggak JAkarta punya sistem transportasi yang minimal 60 persen mirip sama Singapura) yang acak aduk nggak karuan. Jadi kalau memang niat jalan-jalan, cobalah perbanyak unsur jalannya dari pada turun naik taxi (ini kalau kita pergi tanpa grup travel agent ya).

Sekeluar dari imigrasi dan kita sudah punya uang lokal, cobalah naik MRT (Mass Rapid Transportation) atau sistem angkutan keretanya Singapura. KEluar dari pintu imigrasi kita ke kiri dulu dan jalan sekitar 100 meteran. Disitu ada kantor Tourist Information. Mintalah peta dalam kota sekaligus peta MRT sama petugasnya. Jangan khawatir, semuanya dikasih gratis. Biasanya petugas nanya tujuan kita. Dia akan menjelaskan secara detil harus naik MRT dari mana dan turun dimana. Tanyalah sebanyak-banyaknya pada petugas, karena mereka akan menjawab dengan senang hati asal kita juga nanya dengan baik, ramah dan tentunya pamer senyum.

Kalau sudah berbekal peta, kembali jalan ke arah pintu keluar imigrasi dan lurus saja (kanan pintu keluar) sekitar 50 meter, disitu sudah MRT. Sebelum masuk ke lokasi MRT, jangan lupa beli tiket di kantor tiket disana. Harganya sekali jalan menuju dalam kota sekitar 2.7 Sing dolar. Begitu naik MRT, kereta ini akan berhenti di stasiun Tanah Merah. MRT dari Changi memang berakhir di stasiun Tanah Merah (Changi - Expo - Tanah Merah). Dari sini langsung ganti yang ke arah Joo Koon (bukan yang ke Pasir Ris) dan berhenti di City Hall. Dari Tanah Merah ke City Hall melewati 8 stasiun dan di stasiun ke 9 adalah City Hall setelah stasiun Bugis. Jalur dari Tanah Merah ke City HAll adalah jalur warna hijau atau jalur EW (East - West).

Naahh ...dari City Hall, kita tinggal ganti jalur kemana tujuan kita menginap. Kalau menginap di kawasan Orchard, gantilah kereta dengan jalur warna MERAH menuju stasiun orchard. Kemanapun tujuan kita, perhatikan jalur MRT berdasarkan warna. Semuanya sangat mudah. KAlau saya malas lihat peta, biasanya begitu turun dari MRT saya langsung melihat petunjuk di papan yang ada di depan MRT untuk melihat arah. Misalnya begitu saya ada stasiun orchard dan saya hendak menuju Bugis, saya tinggal naik yang menuju City Hall sesuai petunjuk dan ganti line hijau menuju Bugis.

Kelihatannya gampang ...tapi saya selalu hati-hati, supaya tidak salah keluar stasiun. BEgitu salah, tiket MRT yang kita beli langsung tidak berlaku dan kita harus membeli tiket baru lagi. Untuk itu pada saat membeli tiket perhatika tujuan dan harga tiket serta untuk sekali jalan atau pulang pergi tiket tersebut. Saran saya, untuk memudahkan, belilah tiket "One Day Pass" atau pass berapa hari tergantung berapa lama kita ada di Singapura. Paket tiket untuk turis dijual untuk satu hari, sampai 5 hari. Sehari harganya 18 Singapur Dolar dan dua hari lebih murah lagi. Harga tersebut masih ditambah dengan jaminan untuk kartu Sing$ 10 yang bisa ditukar kembali. Pembelian tiket pass ada di stasiun Bugis, City Hall dan beberapa stasiun lainnya. Saya lupa.

Sementara stasiun tempat mengembalikan kartu bisa dimana saja. Oya tiket pass ini selain bisa dipakai untuk naik MRT juga bisa digunakan untuk naik bis. Dengan memiliki satu tiket pass, kita bisa untuk pakai MRT dan bus. Itu tadi semua untuk transport ke seluruh Singapur dengan menggunakan MRT. Gampang kan. Jadi kalaupun bisa naik taksi, luangkan waktu naik tranportasi umum lainnya. Dijamin bakal ketagihan dan lebih suka naik MRT dari pada naik taksi.

Dengan tulisan ini, paling tidak saya sudah share tips jalan-jalan ke Singapur dan kenapa memilih Singapur. Sedangkan tulisan lainnya adalah transportasi umum di Singapura. Singapura identik dengan MRT. Jadi kalau ke sana nggak sempet nyoba naik MRT ...kayaknya belum ke Singapur deh. Tunggu apa lagi ...yuuuk jalan ke Singapur dan jangan lupa naik MRT.(***)

Tuesday, October 23, 2012

Belajar ke Luar Negeri, Coba Singapura

Belajar ke Luar Negeri, Cobalah Jalan ke Singapur


JALAN-jalan ke luar negeri bagi pemula dengan ongkos yang tidak terlalu besar ya jalan ke Singapur. Kenapa Singapur. Pertama, kita nggak perlu visa untuk pergi kesana (hampir semua negara Asia Tenggara tidak memerlukan visa), sehingga ongkos buat visa bisa dipakai buat lainnya. Kedua bagi yang pertama kali juga naik pesawat, waktu tempuh perjalanan Jakarta Singapura kurang dari 1 jam 30 menit. Ke Bali saja kita butuh waktu sekitar 1 jam 50 menit. Ongkos pesawat Jakarta - Singapur kalau menggunakan Garuda juga lebih murah dibandingkan Jakarta - Bali. Bahkan dengan pesawat dengan 'low fare rate', ke Singapura juga relatif murah.

Alasan lainnya --buat yang gila belanja--, Singapura surganya tempat belanja barang bermerek dan barang produksi lokal dengan harga lumayan. Buat yang nggak suka belanja, jangan khawatir. Singapura punya banyak tujuan wisata yang murah dan menarik serta mudah dicari karena transportasi di Singapura sangat nyaman, aman dan tentu juga terjangkau. Saya menulis artikel ini memang bukan buat yang sudah bolak-balik jalan ke luar negeri tapi buat mereka yang kali saja sedang mikir-mikir mau pergi ke mana kalau pertama kali jalan ke luar negeri. Saya yakin masih banyak kok yang belum pernah ke luar negeri. Kalaupun sudah pernah, nggak ada salahnya membaca tulisan saya untuk dishare ke teman or siapa saja yang mau jalan-jalan.

Kalau memang Singapur pilihan pertama buat jalan ke luar negeri. Apa saja yang perlu disiapkan mulai dari biaya, lama tinggal di sana dan tujuan mana saja yang bisa dikunjungi di sana. Well ...nggak terlalu banyak persiapan kok. Singapore bisa dikunjungi sepanjang waktu dari Januari - Desember. Musim di Singapura tidak jauh berbeda dengan Indonesia. Pada musim penghujan sekitar Agustus - Maret, Singapur di berbagai tempat cukup basah. Hujan terkadang turun tiba-tiba. Kadang gerimis dan kadang hujan yang relatif besar. Sementara di Maret - Juli musim mulai lebih hangat dan terkadang panas. 

Itu urusan musim. Lalu kapan pergi ke sana yang paling pas. Sebenarnya kapan saja pergi ke Singapura pas dan cocok-cocok saja tergantung pada kemampuan kantong. Kalau memang pas-pasan pilihlah saat 'low season' yang biasanya pada bulan Februari - Mei atau September - November. Pada musim libur sekolah sekitar Juni - Juli adalah saat peak. Banyak sekali orang Indonesia melancong kesana. Sementara saat akhir tahun ya penuh orang liburan old and new. Pastikan saja situasi kantong Anda dan tentukan kapan Anda akan berangkat. Kalau memang niat belanja, Juli adalah saat yang tepat karena di Singapura sedang diadakan SINGAPURA GREAT SALE.

Lalu dimana Anda mau tinggal? Semua juga tergantung kantong. Ada apartemen, hotel dan motel. Tempat menginap saya akan bahas selanjutnya di tulisan berikutnya. Mungkin Anda bertanya berapa ongkos yang harus disiapkan untuk pergi ke Singapura. Untuk bujet yang tidak terlalu mahal sekitar US$ 200 untuk menginap 2 malam 3 hari dengan pesawat low fare dan menginap di apartemen. Sedangkan kalau ada biaya lebih dan mau naik Garuda sekitar US$ 380 sdh termasuk menginap di hotel bintang *** sekitar Orchard. Pilihan ada di di tangan Anda. MAna yang mau anda pilih. 

Daerah wisata yang bisa dikunjungi ,,,,jangan khawatir. Banyak sekali. Paling tidak Orchard Road menjadi atraksi sendiri bila mau ngukur jalan di Singapura, ada Bugis, kampong Gelam, China Town dan lain-lain. Saya akan coba menuliskannya untuk Anda di blog saya. JAdi nantikan tulisan berikutnya dan tips-tips dari saya. Kalau butuh info dan advis silakan ke email saya wswatika@gmail.com atau twitter @wswatika.(***)

Thursday, April 12, 2012

Pengalaman Pertama Travelling

Pengalaman Pertama Travelling 

       HOBI saya dari kecil dulu memang travelling. Menurut kamus "Oxford Advanced Learner's Dictionary of Current English"-nya AS Hornby, travel itu artinya make a (especially long) journey. Atawa ya melakukan perjalanan (syukur perjalanan panjang, kalau nggak pendek aja --asal bukan sehari atau dua) sudah bisa disebut 'travelling'. Naahhh ...udah tahu kan definisi 'travelling', so mari kita --saya dan teman-teman semua-- kembali ke soal perjalanan ini.
           Kalau teman-teman or anda semua cuma pergi ke luar kota atau ke luar negeri sekitar 2 malam 3 hari, rasanya ini bukan travelling. Itu cuma jalan-jalan aja dan biasanya ngabisin duit buat belanja. Lain kalau travelling, selain jalan-jalan dan belanja, kita bisa melakukan eksplorasi di lokasi kita berada. Seperti saya bilang, saya sejak kecil suka banget travelling. Kalau diajak pulang kampung oleh orang tua dulu, saya suka banget. Di kampung saya Cepu (tempat alm ibu saya) atau Mrinen (desanya ayah alm) saya akan melakukan banyak aktivitas yang bikin orang tua saya senewen.
            Ketika itu saya masih umur 7 tahun dan pulang kampung ke Mrinen (desa kecil di kota Prembun - Jawa Tengah) bertepatan dengan saat panen. Saya bisa setelah sarapan akan berjalan ke sepanjang sawah kakek saya dan ke sawah-sawah di wilayah lain yang bukan milik kakek saya. Ketika melakukan eksplorasi saya membawa gunting ...benar gunting. Setiap sawah yang saya lewati saya suka meminta 5 helai padi dan ketika diijinkan, saya mengguntingnya.  PErjalanan menggunting padi ini bisa saya lakukan setengah hari dan pas jam 11.30 atau kadang menjelang juhur  (agak lupa waktu yg tepat), ketika para petani mulai naik dari sawah untuk membuka bekalnya. 
           Dari perjalanan ini, saya bisa dapat dua kali dua genggaman tangan padi yang saya bawa pulang ke rumah kakek saya. Bisa dibayangkan, saya pake rok, bawa batang padi ber'lugut' (yg bisa membuat gatal) sepanjang galengan sawah (tahukan apa itu galengan ..yaitu jalanan kecil di pinggir sawah). Sesampai di rumah kakek, ibu saya bisa marah-marah karena sepanjang pagi dan siang mereka mencari saya di sawah dekat-dekat rumah tapi nggak ketemu juga. Dan yang membuat ibu saya makin marah adalah saya pulang dengan tangan gatal karena membawa batang padi yg tidak sedikit.
           Kendati dimarahi, saya tidak pernah kapok melakukan 'gunting padi di sawah" bukan potong padi dengan ani-ani (alat potong padi tradisional). Mau tahu nggak, saya apakan padi-padi itu? Awalnya saya nggak tahu sama sekali mau diapakan batang padi itu. Tapi setelah tiga hari gunting padi dan sepulang saya menggunting padi di hari ketiga, saya melihat seorang petani menukarkan segenggam padi dengan cendol atau getuk. 
           Haaaaa ... I have a bright idea. Saya ikutan barter padi hasil guntingan saya itu dengan getuk. Keesokan harinya saya nekat nyebrang ke pasar ngaran untuk menukarkan itu dengan uang. Dengan bahasa jawa 'ngapak' yang nggak jelas saya berhasil melakukan transaksi. Begini ceritanya. Saya datang ke tukang sentir (lampu uplik dari kaleng dan minta dia beli padi saya). "Bapake, nyong ana pari, ijol duwit ya," kata saya. Awalnya mereka nggak mau ..setelah memelas ...dia kasih saya uang Rp. 5 rupiah untuk 7 genggam batang padi.
         Sialnya tukang sentir itu ternyata kenal dengan kakek saya yang seorang 'kaum desa' (tukang memandikan jenazah) sekaligus pembuat sentir. Sekali lagi ...habislah saya dimarahi oleh tak hanya Ibu tetapi juga kakek dan nenek saya. Selama 3 hari saya tidak boleh keluar rumah. Itulah pengalaman tak terlupakan saya. Dan saya semakin senang melakukan perjalanan-perjalanan khusus melakukan eksplorasi satu wilayah.  Saya paling senang kalau harus blusukan ke pasar tradisional di kampung dari pada pergi toko-toko serba ada. Sampai sekarang saya selalu memprioritaskan masuk pasar tradisional kalau pergi ke luar kota.
          Kelas 6 SD saya sudah dilepas ibu dan bapak saya berangkat ke Cepu sendirian dengan dititipkan saudara jauh naik kereta Gaya Baru Malam. Saya menikmati perjalanan itu, meskipun jujur fasilitas kereta ekonomi tersebut sangat mengenaskan. Saya heran kenapa bapak saya membelikan saya tiket ekonomi, meski saya tahu beliau mampu membelikan tiket kereta Mutiara. Setelah berpuluh-puluh tahun kemudian saya menyadari bahwa itu membuat saya memahami kondisi di 'atas' dan di 'bawah'. 
              Banyak pengalaman menarik dari berbagai pengalaman travelling masa kecil saya. Sampai saya kerja dan punya kesempatan ditugaskan ke luar negeri saya semakin menyukai 'travelling' dan sekarang paling tidak setahun sekali saya pasti melakukan travelling paling tidak lebih dari 10 hari ke luar negeri. Mau tahu pengalaman saya. Baca terus blog saya ya.(***)

Thursday, April 5, 2012

KE LUAR NEGERI ITU GAMPANG!! NABUNG DOLAR AJA.

KE LUAR NEGERI? Mau siih ...tapi mahal! Sepertinya kata mahal itu harus segera dibuang dari kepala, kalau kita mau jalan-jalan ke luar negeri. Kalau dulu --sepuluh dua puluh tahun lalu-- mungkin aja ke luar negeri muahalll banget. Mahal ongkos transportasinya (ongkos pesawat) dan juga ongkos hotelnya. Udah gitu semua harus diatur sama pihak travel alias biro perjalanan. Tapi sekarang ...jangan khawatir !!! UDah banyak penerbangan murah (low fare airline) dan juga situs-situs hebat yang menawarkan hotel alias akomodasi terjangkau (affordable) tanpa harus pake jasa biro perjalanan.

Persoalannya mungkin, buat yang hobi jalan-jalan apa lagi jalan-jalan ke luar negeri ...ketika mau jalan nyediain ongkosnya yang langsung 'gedeeee bangettt', meskipun cuma ke Singapur atau Bangkok saja. Paling nggak menyediakan uang begitu mau jalan-jalan memang merepotkan. Merepotkan kantong maksud saya. Padahal jalan-jalan ke luar negeri tidak harus menguras kantong seketika kalau kita-kita tahu trik-nya.

Ini tips jalan-jalan saya ke luar negeri dan selama ini ternyata works banget dan layak deh diikutin, kalau mau. Awalnya, saya ke luar negeri karena tugas dari kantor. Selain kerja, ada juga fun-nya. Bisa sekalian jalan-jalan dibayarin sama kantor. Setelah itu kok lama-lama ketagihan juga. Sayangnya begitu jalan pake biaya sendiri, ongkos yang keluar ....alamakkk !!! Langsung buanyaak dan tabungan amblas.

Buatlah tabungan khusus jalan-jalan dalam dolar                    foto by seekingalpha.com

NABUNG DOLAR
Akhirnya setelah liat sana-sini dan belajar dari pengalaman, mulailah saya buat perencanaan. Saya nabung khusus buat jalan2. Gak banyak kok. Tiap habis gajian, saya alokasikan gajian itu buat bayar kartu kredit, tagihan listrik - telpon - gas dll, nabung 25 persen dari gaji ke bank dan beli dolar sebanyak US$ 100 aja atau menyisihkan Rp. 1 juta buat beli dolar. tergantung kurs saat itu. Kalau pas sedolar Rp. 9.000,- bisa dapat 100 dolar lebih dikit. tapi paling minim emang beli seratus dolar.

Setahun saya pasti punya US$ 1.200 dari tabungan jalan-jalan. Biasanya kalau dapat bonus, sekitar 30 persen bonus, saya beliin dolar juga. Lumayan kan?? Dengan duit segitu kalau cuma liburan kawasan Asia Tenggara sudah lebih dari cukup. Buat pecinta jalan-jalan pemula ini lumayanlah. Uang segitu udh bisa sampai Asia tenggara dan Hongkong. At least setahun sekali kalau kita rajin bisa jalan ke luar negeri. Misalnya aja mau ke Singapur (buat pemula niih), beli tiket pesawat yang low fare (Airasia, Tiger Airways, Valueair) PP bisa sekitar 80 dolar. Naah penginapan cari di Lucky plasa untuk dua malam tiga hari habis sekitar Rp. 1.2 juta per orang bahkan bisa kurang kalau perginya lebih dari 3 orang. Sisanya buat beli oleh2 deh. Udah dapat segudang kayanya kalau cuma gantungan kunci and coklat. Nggak perlu visa dan dokumen lainnya.

Gampang kan??? Gimana kalau gaji kurang dan ga bisa beli dolar sebanyak jumlah di atas setiap bulannya. Beli US$ 50 aja. Jangan kaya orang susah dong ;).  Atau semampunya. Dan jalan-jalannya juga nggak harus setahun sekali. Dua tahun sekali cukuplah dan setahun sekali jalan ke kawasan Indonesia saja. Percaya deh kalau cuma singapur aja cukup dan lebih murah dari pada Bali or Medan.

Jadi tunggu apa lagi. Ayo mulai nabung dan menjelajah dunia. Paling tidak ketika kita sudah keluar dari negeri sendiri, kita bisa melihat budaya lain dan peradaban lain di luar sana yang membuat kita belajar dan memahami orang lain lebih baik dengan perbedaan ya ada. Ke luar negeri itu gampang, kalau kita punya niat dan mau. Gak percaya?? Coba tips saya itu. Ini tips nabung, tips lain seperti cari hotel, nentuin itinerary menyusul. Dengan punya perencanaan yang baik, jalan-jalan kita nggak sekadar jalan-jalan dan belanja doang. Okey ...Salam jalan-jalan dari saya.(***)