Wednesday, March 11, 2015

Mercado de San Miguel, Pasar apa Food Court ??

Mercado de San Miguel
PASAR! Saya sukaakkk banget pergi ke pasar. Nggak heran setiap hari minggu saya pasti ke pasar. Ke pasar buat saya sama saja rekreasi. Itu juga sebabnya setiap pergi ke daerah mana saja di Inonesia saya pasti harus nyambangi pasarnya. Contohnya ke Padang saya ya ke Pasar Padang Raya atau ke Pasar Ateh di Bukit Tinggi, Pasar Johar Semarang dan Pasar kondang Bering Harjo di Yogya. Begitu juga kalau ke luar negeri saya pasti mampir ke pasar. 

Di Hongkong ke Harbour Market, di Roma mampir ke pasar Campo de Fiori, Singapore ke Pasar tradisional di China Town, ke Shenzen ke pasar Lou Hu, Paris ke Val D'europe, Belanda ke Rits Market di Amsterdam dan pasar kaget di Volendam. Medina di Marakech dan Habbous di Casablanca, Kenapa saya suka pasar. Pasar itu tempat paling mudah mengamati keseharian dan peradaban satu suku atau bangsa. Perilaku orang di pasar lebih tampil apa adanya dan tidak pura-pura atau palsu. Perilaku tawar menawar, perilaku pedagang terhadap pembeli, perilaku pembeli kepada pedagang dan sesama pembeli. Berbeda kalau MAll...semuanya artifisial. Banyak polesan dan tampil tidak apa adanya, karena masih ingin dilihat oleh sesama pengunjung dan dianggap lebih wahh. 

Babi yg diawetkan (Jamon)
Sangria ada seluruh Spanyol
Dari pasarlah kadang saya juga dapat inspirasi menulis. Pasar--tempat bertemu penjual dan pembeli-- itu di Indonesia. Marche adalah pasar di Perancis sana, souq itu pasar kawasan timur tengah. Sebagian negara-negara Arab menggunakan istilah souq untuk pasarnya. Di Maroko Afrika Utara menggunakan istilah Medina dan di negara Persia dan Turki menggunakan kata Bazzar untuk pasar--ada Grand Bazzar di sana-- dan di India memakai chawk untuk pasar. Chutney Chawk adalah pasar besar di Old Delhi atau Delhi lama di India. Chawk juga dipakae di Pakistan utk pasar.
Kios Souvenir

Saya terkesan sekali dengan Chutney Chawk di Old Delhi. Aneka makanan khas India, kain dan sari, sampai pernik-pernik upacara keagamaan dan aksesori dan perhiasan aneka warna dijual di sana. Pasar lain yang sangat menarik perhatian karena lokasinya dan karena kebersihannya yang tidak sama dengan pasar-pasar lain di beberapa negara Eropa adalah Mercado de San Miguel.  Pasar ini terletak di jantung kota Madrid Spanyol. Sepertinya belum  lama berdiri atau malah baru direnovasi. Letaknya tak jauh dari Plasa Mayor sekitar 10 menit jalan kaki sangat santai. Di sekitar pasar ini terdapat cafe2 dan restoran yang menjual makanan dan jajanan enakkkkk sekali. Harganya lebih mahal. Di sini banyak penduduk lokal kongkow. 
Petite Joghurt

Ksmbali ke Mercado de San Miguel. Kendati masih baru, pasar ini menjadi tujuan para turis untuk mencicipi hidangan asli Spanyol mulai dari Paela sampai tuna siram minyak zaitun. Resto2 Tapas, souvenir, daging babi, kopi, teh, sayuran, buah2an segar semua ada di sana. Sebagaimana layaknya pasar, Yang luar biasa adalah penataan kiosnya yang cantikkk tak ubahnya food court di mal mal mewah di Jakarta. Menyenangkan sekali mengelilingi pasar kurang lebih seluas lapangan bola. Berbeda dengan pasar yang biasanya di luar ruang dan terbuka, Mercado de San Miguel terletak dalam satu bangunan berpendingin pada saat summer dan lebih hangat ketika winter. 
Sosis 

Kios yang sangat saya suka di sini adalah kios joghurt yang ditaruh di dalam gelas sesloki yang langsung minum. Seperti Greek Yoghurt, kental tapi tidak lengket. Lainnya adalah kios kopi. KEndati didesain dengan ciamik, setiap kios tidak memiliki kursi untuk makan. Kita makan di depan kios dan berdiri. JAdi memang dirancang untuk tidak berlama-lama dan kemudian kita bisa pergi ke kios lainnya. Naahh ... kalau memang mau kongkow dan ngobrol, keluar dari situ lalu berjalan ke resto2 dan cafe2 di sekitarnya. Saya sisipkan foto2 Mercado de San Miguel.(***)



No comments:

Post a Comment