SEMARANG kaline banjir...judul ini adalah judul lagu campur sari kesukaan almarhumah ibu saya. Tiap kali ke Semarang, saya selalu ingat lagu ini. Sejak saya SMP dulu tahun 79 dan saya diajak ke Semarang pertama kali, saya tahu selalu ada banjir rob--air laut pasang-- dan sampai sekarang air rob ini masih terus terjadi. Jadi di sekitaran gereja mblenduk, pasar Johar pada waktu-waktu tertentu selalu dilanda banjir rob. Jadi lagu ini cocok sekali menggambarkan kota Semarang. Apalagi setelah saya bekerja sampai sekarang, kota ini menjadi kesukaan saya. Kenapa coba? Meski begitu bukan berarti saya kapok ke Semarang.
Makanannya itu lho yang nggak nguati. Berbagai makanan enak bisa saya jelajahi di setiap sudut kota. Belum lagi temen-temen saya di Semarang yang selalu berbaik hati memandu saya untuk mencari makanan2 enak di sini. Sebelum saya banyak mendongeng makanan, saya yakin semuanya sudah tahu bagaimana menuju Semarang kan?? Naik pesawat dari Jakarta kurang dari satu jam. Paling tidak satu jam sudah termasuk urus bagasi kalau memang bawa bagasi. Naik kereta bisa pilih macam-macam mulai dari kereta eksekutif, bisnis sampai ekonomi. tergantung kantong tentunya. Perjalanan kurang lebih delapan jam. Naahhh.... kalau naik bis tergantung sikon deh. Jalan macet ya lebih panjang, lancar tentunya lebih cepat dan kalau bawa mobil sendiri...juga tergantung mood. Banyak mampir lebih lama, sedangkan jalan terus lebih cape tapi cepet sampai.
Sampai Semarang mau nginep mana? Mau murah ya nginep rumah saudara, tapi ribettt basa-basinya. Mau hotel ...jangan khawatirr...banyak banget hotel di kota ini.dari hotel bintang lima sampai bintang-bintangan juga ada. Cari bisa via travel agent atau online. Saran saya online saja, jadi bisa cepat disesuaikan dengan bujet. Setelah sampai Semarang mau ngapain dan kemana saja? Kota ini selalu membuat saya terkagum-kagum, karena setiap kali saya ke Semarang saya selalu menemukan tempat baru buat makan. Selalu ada rekomendasi bagus buat makan di sini.
Buat saya, Semarang kota yang pas buat menghabiskan akhir pekan atau kalau mau liburan bersama keluarga juga cocok. Udaranya panas tapi bisa menjadi lebih sejuk kalau kita menginap di kawasan Candi atau juga di Banyu Manik. Panasnya Semarang masih tetap bisa ditolerir oleh kita ketimbang panas Jakarta ketika musim kemarau. Sementara itu objek wisatanya buanyaaakkk dibandingkan Yogyakarta dan beragam.
Misalnya saja Stasiun Tawang Seamrang itu sangat cantik bangunannya. Apalagi sekarang stasiunnya bersih sekali dan tidak jorok seperti 10 tahun lalu. Ada Gereja Mblendhuk di kawasan kemijen Semarang Timur dan gereja ini juga tidak terlalu jauh dari Stasiun Tawang. Ini merupakan gereja Protestan tertua lho yang dibangung sekita tahun 1700-an.
Selain Gereja Blenduk--biasa disebut juga mBlendhuk--ada juga kelenteng Sampokong, juga kelenteng terbesar se Asia Tenggara. Kalau bosan lihat dua lokasi ini, pindah saja ke Lawang Sewu yang menurut saya sampai sekarang masih saja spooky. Serius saya pernah mengalami hal yang agak2 membuat bulu kuduk berdiri. Makanya nggak pernah lagi masuk ke dalam sendirian. Senangnya di sini bisa dapat hasil foto yang bagus2 buat selfie dan buat koleksi foto bangunan bagus.
Di Semarang juga ada ada pelabuhan Tanjung Mas yang cantik di malam hari. Banyak restoran seafood di sana. Ada satu hal yang belum kesampaian sampai sekarang. Saya dijanjikan teman naik kapal besar dari Tanjung Mas kalau pas dia dinas melaut. Nggak sabar menanti kesempatan ini sesegera mungkin.
Selain Sampokong, ada kelenteng kecil kuno lainnya di kawasan Pecinan Semarang tepatnya di Jl. Gang Lombok yaitu Kelenteng Tay Kek Sie. Di depan kelenteng ada sungai kecil dimana ada kapal yang dulu pernah dinaiki panglima Ceng Ho. KAlau mau wisata lainnya bisa datang ke para perajin batik di Semarang dan ikutan membatik di sentara batik Semarang. Pola batik khas semarang adalag Aseman karena memang pola seperti buah asam yang banyak di Semarang.
![]() |
| Pilar khas di Johar siang hari ramai dan akrab |
Wisata lain yang paling saya nikmati kalau ke Semarang adalah menjelajah pasar JOHAR. Bentuk pasarnya masih pasar jaman Belanda seperti pasar Beringharjo Yogya, tetapi lebih besar. Kekurangannya, pasar ini masih jorok dan kotor. PAdahal bila dibersihkan ...pilar2 besar di sekitar pasar adalah tontona sendiri buat wisatawan. Belum lagi tangga kunonya untuk naik ke lantai atas. Sangat antik dan menarik. Sayang semua lantainya sudah rusak. tapi Johar adalah kesukaan saya sebagai tempat bluskan.
Pasar buahnya, pasar jajanan pasar kalau pagi, kalau siang pasar khas barang2 Semarang ada di lantai atas dan semuanya membuat saya selalu antusias blusukkan di Johar yang tidak cukupmsehari untuk dijelajahi. Sedangkan dagangan kelontong seperti sendal, sepatu yang murah tapi fancy juga wuiihhh menyenangkan. Semuanya berjejalan khas pasar dan saya suka itu.
Selain arsitektur pasar, suasana tawar menawar dengan bahasa jawa semarangan yang khas membuat saya selalu ke Johar tiap kali ke Semarang. Entah sudah berapa puluh kali saya melanglang pasar Johar dan selalu ingin kembali ke sana. Seperti Semarang sing kaline banjir di setiap musim, saya pun selalu mampir ke Johar tiap kali menginjakan kaki ke Semarang. Anda bagaimana??? Yukkk ...ikutan. Kenapa nggak :). (***)


No comments:
Post a Comment