Tuesday, April 30, 2013

Antara China Town & Little India

Budha Tooth Relic Temple

KALAU dari sisi peta dua tempat ini berjauhan banget, tapi kalau ke Singapura, dua tempat ini hmmhhh ...layak dikunjungi. Dua-duanya punya daya tarik yang tidak bisa didapat di tempat lain di manapun. Nggak percaya, coba deh resapi apa yang saya tulis ini. Duuh ...segitunya banget ya saya. Padahal kan setiap orang punya minat dan keinginan yang berbeda ketika berkunjung ke suatu tempat. Saya paham, tapi kalau ada kesempatan kedua atau kesempatan lainnya, bolehlah menengok China Town dan Little India di Singapura. MEncoba hal baru dari pada cuma belanja.

Saya punya satu pertanyaan? Apa sih tujuankita ke Singapura (mohon dipahami ini tidak termasuk perjalanan dinas ya ..:-p). Ehh ..tapi perjalanan dinas juga kita suka menyempatkan diri jalan-jalan ya. Okeeyy ... tak perlu berpanjang-panjang, saya coba mengulas dua tempat ini.

Singapura tuhh ibarat dunia kecil. Etnis Cina, Arab, India dan melayu tinggal di sana. Kendati ada friksi namun secara umum semua berjalan dengan baik di sana. Tidak mengherankan kalau komplek-komplek pemukiman etnik tertentu di Singapura menjadi objek wisata trsendiri. Misalnya ya China Town. Menuju China Town dari City Hall kita naik yang warna hijau dan turun di China Town.
Begitu turun di kawasan ini langsung naik ke China town. Kita sudah disambut dengan bangunan bergaya Cina seperti pagoda dan bisa ambil gambar di sana. Di sana kita tinggal minat kita apa. Mau shopping ...jangan khawatir di kawasan sekecil apapun di Singapura dan khusus di China Town ini kita bisa belanja. Mau wisata budaya ....heheheh jangan takut juga. Banyak bangunan sejarah yang bisa dilihat di sana. Salah satunya adalah BUDHA TOOTH RELIC TEMPLE Kuil Gigi Budha). Kuil ini indah sekali dan masih digunakan sampai sekarang. Di lantai paling bawah masih digunakan para Monk (pendeta budha) melakukan ritual.

Kuil ini paling banyak dikunjungi oleh para pelancong. Setiap lantainya memiliki sisa peninggalan sejarah yang luar biasa indah. Misalnya saja di lantai tiga ada museum  gratis yang berisikan  koleksi para pendeta Budha Asia Tenggara sampai roda tempat berdoa orang-orang Tibet. Bahkan di lantai paling atas (roof top) terdapat kebun anggrek. Lalu dimana gigi budha --sesuai namanya "Budha Tooth Relic Temple-- disimpan. Gigi sang Budha ini disimpan di dalam sebuah ruangan tersendiri dan merupakan satu-satunya ruangan dimana pengunjung dilarang memotret. Selain kuil ini, masih ada kuil lain yaitu Kuil Thian Hock Keng dan Sri MAriamman Temple. Saya belum pergi ke kedua tempat ini. Lain waktu saya akan datang lagi kesini.

Itu bangunan sejarah di Chinatown. Lalu dimana tempat belanjanya? Chinatown Street Market merupakan tempat belanja menyenangkan di Chinatown Singapura ini. Mau beli Cheongsams, barang antik dan barang lainnya dengan kualitas "so so saja" atau kualitas bagus juga ada di sini. KAlau cuma sekadar oleh2 seperti gantungan kunci, magnet dan mainan etnis tionghoa banyak diperjual belikan disini. Kalau bosan dengan suasana pasar yang rame, bisa langsung pergi ke China Complex di kawasan dalam (indoor market). Pasar di kawasan ini lebih buat penduduk setempat. tapi karena saya suka blusukan ke pasar, saya senang sekali jalan ke sini.

Pasar basah (Wet Market) ada di lantai paling bawah. Justru pasar ini lebih hidup dan menarik didatangi pada saat pagi hari sekitar pukul 8 pagi ke bawah. Aneka ikan, sayuran dan binatang hidup dijual di pasar ini. Kalau sudah siang, ya belanja di lantai atas sama dengan toko-toko pada umumnya di pasar. Kalau makan dimana??

Chinatown buat saya identik dgn tempat makan. Cinatown Street MArket banyak dijual aneka makan mulai dari dim sum, ayam panggang dan lain-lain yang tidak halal. Kalau malam, ada kawasan di Smith Street yang kalau pagi merupakan pusat belanja malam hari berubah menjadi surga makanan. Disini lah lokasi makanan enak di Chinatown Singapore pada malam hari. Kawasan ini disebut juga dengan Chinatown Food Street karena memang semua pedagang adalah pedagang kaki lima. Ambiens tionghoa terasa kental di kawasan ini. Sepanjang ujung jalan sampai ujung berikutnya kita bisa mencium bau makanan yang dimasak. HArga makanannya juga tidak mahal. Benar-benar sangat menyenangkan.

Litlle India Arcade 
Itu baru Chinatown, bagaimana Little India. Kawasan ini juga tak kalah menariknya. Dari matahari terbit sampai keesokan harinya kawasan sangat ramai dan tak lupa ada bau khas di sini :) dan itu hanya asya sendiri yang merasakan. Nggak etis bila saya meneyebutkan bau apa. Tapi saya yakin kalau Anda kesana, Anda juga ikut merasakannya.

Kalau di Chinatown Anda seperti berada di China, maka di Little India juga begitu. Suara obrolan orang-orang  (Pakistan, bangladeshi, India, Sirlangka dan lainnya), suara kendaraan dan bau khas memenuhi atmosfir Little India dengan suasana india yang kental --saya pernah juga ke india-- jadi tahu benar suasananya. Tempat belanja khas ada di Little India Arcade. Tempat ini merupakan tempat untuk mendapatkan sesuatu yang orisinal india mulai dari musik, pakaian dan makanannnya. Kondisi tempatnya dikemas tak ubahnya India pada tahun 20-an.

Tempat belanja populer di Little India adalah Tekka Market yang dibangun tahun 1915 dan dulu dikenal dengan Kandang Kerbau. Di sini berkumpul berbagai pedagang dari berbagai etnis juga. Ada etnis China, India, Melayu dan lain-lain. Tekka Market merupakan landmark di Little India. Kawasan populer belanja lainnya adalah Mustafa Centre. PElancong belum bisa dibilang ke Little India kalau belum mampir ke Mustafa Center ini. Little India semakin tampak 'india'nya ketika hari raya Dipavali sekitar bulan November setiap tahunnya. Hari Raya Cahaya ini menjadikan Little India jadi   terlihat indah dan meriah di setiap sudut kawasan Little India.

Saran saya, kunjungi dua kawasan ini dan Anda akan merasakan atmosfir serta suasana yang sangat berbeda dari Singapura yang glamour. Nggak percaya ...ayo coba untuk mengeksplore dua tempat itu. Jadi Singapura bukan cuma buat belanja. Yang mau explorasi dan dapat pengalaman baru juga bisa kok. Nggak jauh tapi beda suasana dari Indonesia.so let'sgo ....pals!!! (***)



No comments:

Post a Comment